HEADLINE
 

Polisi Bubarkan Konvoi Bulan Bintang
Meulaboh-Ratusan massa pendukung bendera bulan bintang asal Kabupaten Aceh Jaya, Kamis (16/5), sekira pukul 10.30 WIB, melakukan konvoi bendera ke Meulaboh,...

++Selengkapnya
>> index
CAKRADONYA
 

Pemko Bekasi Kunjungi Aceh Besar
Jantho –Walikota Bekasi Dr H Rahmat Effendi, dan rombongan Kamis (16/5) siang, mengunjungi Kota Jantho, ibukota Kabupaten Aceh Besar. Dalam kunjungan...

++Selengkapnya
>> index
MALIKUSSALEH
 
Terkait Penggusuran di Geudong

Warga Ancam Hadang Petugas Dengan Parang
GEUDONG- Puluhan masyarakat yang menempati lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Kedai Geudong, Kecamatan Samudra, Aceh Utara, mengancam akan...

++Selengkapnya
>> index
NAGGROE
 

Qanun Irigasi Disosialisasikan
IDI RAYEUK- Dinas Pengairan Aceh kini terus meningkatkan sosialisasi qanun No 4 tahun 2013 tentang Irigasi. Hal itu dilakukan untuk memahami...

++Selengkapnya
>> index
NASIONAL
 
Ributkan Qanun Nomor 3

Jatah Uang Migas 70 Persen Ditagih
JAKARTA - Para petinggi di Jakarta langsung terhenyak begitu Aceh menerbitkan Qanun nomor 3 Tahun 2013 tentang bendera Aceh, yang bentuknya...

++Selengkapnya
>> index
DO YOU KNOW?
 
>> index
 
"Orang mukmin itu pemimpin atas dirinya. Sesungguhnya ringanlah hisab atas suatu kaum yang menghisab dirinya di dunia.Dan sesungguhnya sukarlah hisab pada hari kiamat atas suatu kaum yang mengambil persoalan ini tanpa hisab" (Hasan Al Bashri)   Insya Allah jikalau hidup kita penuh manfaat dengan tulus ikhlas, maka kebahagiaan dalam bergaul dengan siapapun akan terasa nikmat, karena tidak mengharapkan sesuatu dari orang lain melainkan kenikmatan kita adalah melakukan sesuatu untuk orang lain (AA Gym)     
 ARSIP  REDAKSI   PROFIL  BUKU TAMU  KONTAK  HOME  ePAPER 
Rakyat Aceh Online : Berita Utama - Tanaman Ganja Harus Diganti Kopi
  Jumat, 5 Januari 2007
Tanaman Ganja Harus Diganti Kopi
Aceh Akan Belajar Seperti Thailand

BANDA ACEH-Citra Aceh sebagai daerah penghasil tanaman ganja (cannabis sativa) sudah saatnya dihilangkan. Sebagai gantinya, lahan yang dulunya kerap dijadikan tempat tanam ganja harus dikembangkan secara lebih profesional. Kopi merupakan satu diantara tanaman yang dinilai punyak prospek besar untuk menggantikan tanaman ganja di Aceh.

Demikian disampaikan Prof Drs Yusni Saby PHd, salah satu anggota tim yang diundang ke Thailand baru-baru ini dalam rangka sharing informasi pengembangan tanaman kopi menggantikan tanaman ganja di sebuah kawasan pedalaman negeri 'gajah' itu.

Kehadiran sebuah tim dari Aceh tersebut merupakan undangan dari Yayasan Daitung, sebuah yayasan yang bernaung di bawah Negara Kerajaan Thailand.

"Saat ini ada sebuah fenomena menarik di negara itu. Daerah-daerah yang dulunya dikuasi kelompok bersenjata dan kerap ditanami ganja di kawasan itu, saat ini tidak ada lagi. Sebaliknya semua kawasan di sana sudah penuh dengan tanaman kopi dan tanaman yang bermanfaat lainnya," kata Yusni.

Kunjungan ke Thailand tersebut merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya satu tim dari Aceh juga sudah mengunjungi tempat tersebut dalam misi yang sama. Yusni mengatakan, Aceh dan Thailand memiliki riwayat konflik yang hampir sama.

Sebagaimana yang terjadi di Aceh sebelum adanya kesepakatan damai antara GAM dan Pemerintah RI, di Thailand juga kerap terjadi kontak tembak antara kelompok separatis bersenjata dengan tentara pemerintah.

Namun saat ini, kata Yusni, wilayah-wilayah yang dulunya kerap dijadikan basis tanaman ganja oleh kelompok bersenjata di negara itu, saat ini tidak terjadi lagi. "Sebaliknya sekarang sudah berubah menjadi lahan yang sangat produktif.

Bahkan ada salah satu kawasan yang sudah menjadi pusat industri," kata dia. Oleh sebab itu, tim dari Aceh yang diundang ke sana mencoba untuk mempelajari bagaimana upaya yang dilakukan pemerintah Thailand dalam merubah lahan yang dulunya ditanami ganja menjadi lahan produktif.

"Thailand sangat respek dengan kondisi Aceh. Karena pengalaman konflik yang terjadi di negara itu hampir serupa dengan Aceh," kata Yusni yang juga rektor IAIN Ar-Rairy.
Bahkan, katanya, ada sebuah daerah pedalaman di negara itu kini sudah menjadi pusat industri.

Pahadal dulunya wilayah itu dikenal sebagai tempat ganja ditanam. Sebelumnya, sebuah tidak dari Yayaysan Daitung bersama sejumlah staf dari PBB beberapa waktu lalu juga telah berkunjung ke Aceh dalam rangka sosialisasi program tersebut.
Namun, menurut penilaiannya, untuk mengubah image Aceh sebagai wilayah produktif penghasil ganja masih sulit. Salah satunya karena sistem birokrasi dan alokasi dana yang belum memadai. "Tanpa dukungan pemerintah kita masih sulit untuk bergerak," kata dia.

Diantara tim yang diundang ke Thailand itu berjumlah 21 orang. Terdiri dari kalangan perguruan tinggi, Majelis Permusyawaratan Ulama, Dinas Syariat Islam dan Polda Aceh. (ans)

 
Cetak Berita Ini Berikan Tanggapan Kirim ke teman
  Baca Juga:
  Pemko Bekasi Kunjungi Aceh Besar
  Mahasiswa Protes Almamater Unsyiah
  Pabrik Es PPI Sawang Bau Berproduksi
  28 Calon Anggota KIP Tes Baca Quran
  141 Anggota PPS Seulimuem Dilantik

 


  Rakyat Diminta Awasi Pelayanan Publik
Pelayanan bermutu dan responsif merupakan target pemerintah pusat dalam orde kali...
 
>> index
JENAYAH
  Stop Proyek 'Aneh' DPR
Koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Uchok...
 
>> index
INTERNASIONAL
  Dua Ledakan di Masjid, 45 Tewas
Dua ledakan dahsyat mengguncang suatu masjid di ibukota Somalia, Mogadishu, Sabtu...
 
>> index
HOTLINE  

061-7883059

OBIS
  Tidur Tanpa Bra
Penyakit kanker payudara menjadi salah satu pembunuh nomor satu bagi wanita...
 
 Sebelumnya
 
  Hampir Cerai
  Bantah Cewek Fathonah
  Kesepian, Gunakan Alat Seks
 
OLAHRAGA ACEH
  Percasi Atam Gelar Kejuaraan Catur se-Aceh
ACEH TAMIANG - Pengurus Cabang Persatuan Catur Seluruh Indonesia...
 
>> index
Pemanfaatan naskah sebahagian/seluruhnya dari website ini, mohon mencantumkan kode url http://rakyataceh.com

Alamat Redaksi/Pemasaran/Iklan :
BANDA ACEH: DR. Mr. H. Muhammad Hasan, SP Batoh Banda Aceh, Tlp (0651) 35478

LHOKSEUMAWE: Jl. Baiturrahim No. 15 Tlp. (0645) 42538 Lancang Garam Lhokseumawe.


IP Anda: 54.224.75.101
| Lokasi: Tak dikenal- | Online: 19 User
Copyright © 2005 by