HEADLINE |
|
|
|
|
|
CAKRADONYA |
|
|
MALIKUSSALEH |
|
|
NAGGROE |
|
|
NASIONAL |
|
DO YOU KNOW? |
|
|
|
|
| |
 |
|
|
ARSIP REDAKSI PROFIL BUKU TAMU KONTAK HOME ePAPER |
Rakyat Aceh Online :
|
| |
Kamis, 16 Agustus 2012 | 10:15 Zaini 'Ogah' Lantik Bupati Ateng
TAKENGON-Gubernur Aceh Zaini Abdullah, 'ogah' melantik Nasaruddin – Khairul Asmara (Nas-Rul) sebagai Bupati Aceh Tengah (Ateng). Pasalnya, masih banyak kasus yang belum selesai dalam Pemilukada di Aceh Tengah.
“Intinya, Pak Gubernur menyatakan keberatan melantik Bupati, meski SK sudah ada. Karena beliau menilai Pilkada disini (Ateng,red), masih banyak persoalan yang tidak beres,” kata Baong, sapaan kecil Pj Bupati kota berhawa sejuk ini.
Hal ini diungkapkan Baong, dari hasil pertemuan Muspida Ateng, yang memenuhi undangan Zaini Abdullah, di Kantor Gubernur Aceh, pada beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan itu, Zaini Abdullah dapat melihat ‘problem’ Pilkada Ateng yang masih banyak menuai polemik. “Secara hukum, kata Pak Gubernur, memang telah ditetapkan karena sudah ada SK. Tapi Pak Gubernur menyimpulkan, tidak akan melantik bupati dan wakil bupati, sebelum proses Pilkada disini terselenggara dengan baik dan jujur,” papar Baong, seraya meneguk cangkir yang berisi kopi Gayo lalu menghisap rokok.
Seperti diberitakan sebelumnya, kasus Pemilukada Ateng telah bergulir ke Mahkamah Konstitusi (MK), sebanyak dua kali. Putusan pertama MK, ditolak karena salah objek perkara. Sedangkan putusan kedua, juga tidak berubah, namun dengan alasan telah lewat tenggat waktu.
“Kata Pak Gubernur, bila Mendagri mau melantik, silahkan saja,” sebut Baong.
Gubernur Aceh menelaaah semua proses Pemilukada Ateng. Hingga Zaini paham kenapa MK mengambil kebijakan dan memutuskan hal tersebut. “Saya tidak mempermasalahkan siapa yag menang dalam Pemilukada Aceh Tengah. Tapi saya menilai proses pelaksanaannya,” kata Baong, meniru ucapan Zaini Abdullah.Pun demikian, Baong belum mengetahui kelanjutan kebijakan yang diambil Zaini. “Gere kite beteh ilen. Ini male des lagu jadie gere jadi Pemilu manea, (Kita masih tidak tahu. Ini hampir sama seperti jadi tidak jadi, Pemilu kemarin,red),” ucap Baong menafsir dengan berbahasa Gayo. Namun, sambung Baong, dalam waktu dekat ini Gubernur Aceh akan menyelenggarakan rapat akbar untuk membahas dan mengambil solusi Pilkada Ateng.
“Rencana, kata Pak Gubernur, tanggal 28 Agustus nanti, akan diadakan rapat khusus membahas masalah ini di Banda Aceh. Selain Muspida Aceh Tengah yang akan hadir, seluruh pihak terkait dalam masalah ini juga turut diundang, demi memperjelas persoalan Pilkada disini di Banda Aceh,” demikian Baong.
Sementara, secara terpisah, Ketua DPRK Ateng, Zulkarnain, saat dikonfirmasi Wartawan Koran ini di ruang kerjanya, Rabu (15/8) siang, mengaku telah mendengar informasi ini. Namun Zulkarnain tidak dapat berkomentar karena pihaknya belum menerima surat resmi terkait masalah ini. (*)
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Pemanfaatan naskah sebahagian/seluruhnya dari website ini, mohon mencantumkan kode url http://rakyataceh.com |
|
|