HEADLINE
 

Polisi Bubarkan Konvoi Bulan Bintang
Meulaboh-Ratusan massa pendukung bendera bulan bintang asal Kabupaten Aceh Jaya, Kamis (16/5), sekira pukul 10.30 WIB, melakukan konvoi bendera ke Meulaboh,...

++Selengkapnya
>> index
CAKRADONYA
 

Pemko Bekasi Kunjungi Aceh Besar
Jantho –Walikota Bekasi Dr H Rahmat Effendi, dan rombongan Kamis (16/5) siang, mengunjungi Kota Jantho, ibukota Kabupaten Aceh Besar. Dalam kunjungan...

++Selengkapnya
>> index
MALIKUSSALEH
 
Terkait Penggusuran di Geudong

Warga Ancam Hadang Petugas Dengan Parang
GEUDONG- Puluhan masyarakat yang menempati lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Kedai Geudong, Kecamatan Samudra, Aceh Utara, mengancam akan...

++Selengkapnya
>> index
NAGGROE
 

Qanun Irigasi Disosialisasikan
IDI RAYEUK- Dinas Pengairan Aceh kini terus meningkatkan sosialisasi qanun No 4 tahun 2013 tentang Irigasi. Hal itu dilakukan untuk memahami...

++Selengkapnya
>> index
NASIONAL
 
Ributkan Qanun Nomor 3

Jatah Uang Migas 70 Persen Ditagih
JAKARTA - Para petinggi di Jakarta langsung terhenyak begitu Aceh menerbitkan Qanun nomor 3 Tahun 2013 tentang bendera Aceh, yang bentuknya...

++Selengkapnya
>> index
DO YOU KNOW?
 
>> index
 
"Orang mukmin itu pemimpin atas dirinya. Sesungguhnya ringanlah hisab atas suatu kaum yang menghisab dirinya di dunia.Dan sesungguhnya sukarlah hisab pada hari kiamat atas suatu kaum yang mengambil persoalan ini tanpa hisab" (Hasan Al Bashri)   Insya Allah jikalau hidup kita penuh manfaat dengan tulus ikhlas, maka kebahagiaan dalam bergaul dengan siapapun akan terasa nikmat, karena tidak mengharapkan sesuatu dari orang lain melainkan kenikmatan kita adalah melakukan sesuatu untuk orang lain (AA Gym)     
 ARSIP  REDAKSI   PROFIL  BUKU TAMU  KONTAK  HOME  ePAPER 
Rakyat Aceh Online : JENAYAH - KPK Diminta Usut Mafia Pupuk
  Selasa, 31 Juli 2012 | 10:11
KPK Diminta Usut Mafia Pupuk

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta mengusut mafia pupuk di Kementerian Pertanian. Pasalnya, ada indikasi perbuatan mafia dalam pengadaan pupuk di kementerian tersebut yang melibatkan pejabat kementerian dan anggota DPR. Akibat dari perbuatan mafia-mafia tersebut terjadi kerugian negara yang mencapai miliaran rupiah.

“Sejak awal saat uji kelayakan dan kepatutan calon pimpinan KPK di DPR, saya di Komisi III sudah meminta pada Bambang Bambang Widjojanto agar segera mengusut mafia pupuk di Kementan. Saya tunggu janji dia secepatnya agar bisa membongkar mafia pupuk yang selama ini merugikan petani,” kata ketua Fraksi Gerindra di MPR Marthin Hutabarat di Jakarta, Senin (30/7).

Ia menyebutkan, mendapat laporan dari masyarakat mengenai dugaan penyimpangan kasus pengadaan pupuk paket B Dekomposer dan pupuk hayati untuk luar pulau Jawa. Padahal, kasus dugaan penyimpangan kasus lelang pupuk paket C Dekomposer cair yang diduga merugikan negara Rp 81 miliar belum selesai diungkit.
Dia menagih janji KPK, terutama Bambang yang menyatakan kesanggupan saat fit and propper test beberapa waktu lalu. Jika dibiarkan, negara dan para petani sangat dirugikan.

Martin yang juga anggota Komisi III DPR ini menegaskan KPK harus segera turun tangan untuk melakukan penyidikan di Kementan. Jangan tunggu sampai para petani marah dan merasa dibohongi.“Saya pikir ini momen yang tepat bagi KPK. Sudah banyak aduan masyarakat soal dugaan penyimpangan di tender pengadaan pupuk hayati dan dekompeser cair yang berisi lima paket yang kabarnya melibatkan oknum DPR dan ekskutif,” tegasnya.

Marthin yang juga Ketua Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPP HKTI) menuturkan bahwa praktik korupsi dan mafia seperti itu sangat memukul dan melukai hati rakyat, khususnya petani.
Bayangkan, jika produk pupuk cair yang disediakan ternyata tidak memenuhi standar, maka bukan mustahil jika lahan para petani dan tanamanya akan rusak. Ancaman gagal panen sudah jelas bisa terjadi.

“Jika terjadi korupsi pada pengadaan pupuk hayati dan dekomposer cair ini, akan berpengaruh pada keberhasilan petani dalam mengelola lahannya. Kalau panen gagal selain petani pastinya rakyar banyaklah yang dirugikan dan ini jelas mengancam kemanan pangan bangsa ini,” tegasnya. (int)

 
Cetak Berita Ini Berikan Tanggapan Kirim ke teman
  Baca Juga:
  Stop Proyek 'Aneh' DPR
  Naik Pitam Namanya Masuk Daftar
Disebut Sering Bolos, Sutan Ancam Bubarkan BK DPR
  Pangkatnya Cuma Iptu
Alamak...Oknum Polisi Papua Punya Rp 900 Miliar
  Anggota DPR Tukang Bolos Jangan Nyaleg Lagi
  Eyang Subur Serius Ingin Nyapres dari Partai Demokrat

 


  Rakyat Diminta Awasi Pelayanan Publik
Pelayanan bermutu dan responsif merupakan target pemerintah pusat dalam orde kali...
 
>> index
JENAYAH
  Stop Proyek 'Aneh' DPR
Koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Uchok...
 
>> index
INTERNASIONAL
  Dua Ledakan di Masjid, 45 Tewas
Dua ledakan dahsyat mengguncang suatu masjid di ibukota Somalia, Mogadishu, Sabtu...
 
>> index
HOTLINE  

061-7883059

OBIS
  Tidur Tanpa Bra
Penyakit kanker payudara menjadi salah satu pembunuh nomor satu bagi wanita...
 
 Sebelumnya
 
  Hampir Cerai
  Bantah Cewek Fathonah
  Kesepian, Gunakan Alat Seks
 
OLAHRAGA ACEH
  Percasi Atam Gelar Kejuaraan Catur se-Aceh
ACEH TAMIANG - Pengurus Cabang Persatuan Catur Seluruh Indonesia...
 
>> index
Pemanfaatan naskah sebahagian/seluruhnya dari website ini, mohon mencantumkan kode url http://rakyataceh.com

Alamat Redaksi/Pemasaran/Iklan :
BANDA ACEH: DR. Mr. H. Muhammad Hasan, SP Batoh Banda Aceh, Tlp (0651) 35478

LHOKSEUMAWE: Jl. Baiturrahim No. 15 Tlp. (0645) 42538 Lancang Garam Lhokseumawe.


IP Anda: 50.17.109.248
| Lokasi: Tak dikenal- | Online: 19 User
Copyright © 2005 by