HEADLINE
 

Polisi Bubarkan Konvoi Bulan Bintang
Meulaboh-Ratusan massa pendukung bendera bulan bintang asal Kabupaten Aceh Jaya, Kamis (16/5), sekira pukul 10.30 WIB, melakukan konvoi bendera ke Meulaboh,...

++Selengkapnya
>> index
CAKRADONYA
 

Pemko Bekasi Kunjungi Aceh Besar
Jantho –Walikota Bekasi Dr H Rahmat Effendi, dan rombongan Kamis (16/5) siang, mengunjungi Kota Jantho, ibukota Kabupaten Aceh Besar. Dalam kunjungan...

++Selengkapnya
>> index
MALIKUSSALEH
 
Terkait Penggusuran di Geudong

Warga Ancam Hadang Petugas Dengan Parang
GEUDONG- Puluhan masyarakat yang menempati lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Kedai Geudong, Kecamatan Samudra, Aceh Utara, mengancam akan...

++Selengkapnya
>> index
NAGGROE
 

Qanun Irigasi Disosialisasikan
IDI RAYEUK- Dinas Pengairan Aceh kini terus meningkatkan sosialisasi qanun No 4 tahun 2013 tentang Irigasi. Hal itu dilakukan untuk memahami...

++Selengkapnya
>> index
NASIONAL
 
Ributkan Qanun Nomor 3

Jatah Uang Migas 70 Persen Ditagih
JAKARTA - Para petinggi di Jakarta langsung terhenyak begitu Aceh menerbitkan Qanun nomor 3 Tahun 2013 tentang bendera Aceh, yang bentuknya...

++Selengkapnya
>> index
DO YOU KNOW?
 
>> index
 
"Orang mukmin itu pemimpin atas dirinya. Sesungguhnya ringanlah hisab atas suatu kaum yang menghisab dirinya di dunia.Dan sesungguhnya sukarlah hisab pada hari kiamat atas suatu kaum yang mengambil persoalan ini tanpa hisab" (Hasan Al Bashri)   Insya Allah jikalau hidup kita penuh manfaat dengan tulus ikhlas, maka kebahagiaan dalam bergaul dengan siapapun akan terasa nikmat, karena tidak mengharapkan sesuatu dari orang lain melainkan kenikmatan kita adalah melakukan sesuatu untuk orang lain (AA Gym)     
 ARSIP  REDAKSI   PROFIL  BUKU TAMU  KONTAK  HOME  ePAPER 
Rakyat Aceh Online : JENAYAH - Pengadaan Lembu Dimark-Up
  Selasa, 17 Juli 2012 | 10:26
Pengadaan Lembu Dimark-Up
Harga Rp 7 Juta/Ekor

ACEH TAMIANG – Pengadaan bantuan lembu Bali sebanyak 30 ekor, seharga Rp 210 juta di Desa Pangkalan, Kejuruan Muda, Aceh Tamiang untuk kelompok tani Bina Jaya dinilai terlalu mahal. Bahkan kuat dugaan telah terjadi markup harga. Betapa tidak, lembu bali sekecil itu harganya mencapai Rp 7 juta/ekor.

Koordinator Transparecy Aceh (TA), Kamal Ruzamal,SE mengatakan, harga lembu bali yang dibeli oleh Ketua kelompok tani Bina Jaya, Syaiful Anwar bersama personil BPM provinsi Aceh di Bekasi Jawa Barat beberapa waktu lalu itu memang terlalu mahal. Menurut Kamal dilihat dari kondisi fisiknya, harga lembu tersebut paling tinggi sekitar Rp 3,5 4 juta hingga Rp 4 juta/ekor. Dan hal itu terbukti, setelah dipelihara oleh anggota kelompok tani Bina Jaya selama 5 bulan, terhitung sejak Februari 2012 hingga Juli 2012 harga jual kembali lembu tersebut rata-rata masih jauh dibawah harga belinya sebesar Rp 7 juta. Seperti yang dijual oleh salah seorang anggota kelompok, Ali Akbar, sebanyak 3 ekor seharga Rp 11 juta.

Sementara harga beli lembu tersebut dulunya mencapai Rp 21 juta. Jadi mengalami kerugian sebesar Rp 10 juta.
Begitu juga dengan Amnazar dia menjual 2 ekor lembu peliharaannya hanya sebesar Rp 10 juta. Sama halnya dengan Anto dan Syahruddin, mereka juga menjual lembu peliharaannya masing-masing sebanyak 2 ekor juga harganya hanya Rp 5,5 juta/ekor. Sementara hasil penjualannya harus semuanya diserahkan semua kepada Kelompok sehingga mereka tidak mendapat apa-apa.

Akibat harga pembelian lembu itu di mark up, maka anggota kelompok yang disebut sebagai penerima manfaat tidak mendapat apa-apa. Apalagi perawatan dan makanan tambahan berupa konsentrat tidak diberikan sehingga praktis lembu tersebut tidak ada perkembangannya. Namun setelah terjadi kerugian seperti ini, peternak yang disalahkan dengan berbagai dalih. Padahal kesalahannya sudah terjadi sejak awal pembeliannya dimana harganya telah dimarkup.

Kalau sudah begini kata Kamal peternak yang menjadi tumbal untuk menutupi markup harga dengan melakukan penggemukan lembu kurus itu. Tidak cukup waktu 5 atau 6 bulan untuk menutupi markup harga yang telah terjadi. Terbukti beberapa anggota yang sudah menjual lembunya mengalami kerugian besar. “Kerugian ini bukan karena anggota tidak pandai atau tidak serius mengurus lembu tersebut, tapi memang hal itu telah dikondisikan dari awal seperti ini. Jadi sekali lagi jangan salahkan peternak, mereka hanya sebagai tumbal permainan oknum-oknum tertentu dalam memperkaya diri mereka, tidak lebih dari itu.” Tegas Kamal.

Dikatakannya akibat permainan terselubung ini, kini warga disana menjadi ribut-ribut dengan pengurus kelompok, terutama dengan Ketua dan Bendahara kelompok. Peternak tidak bersedia uang hasil penjualan lembu tersebut disetorkan seluruhnya kepada pengurus. Mereka minta imbalan jerih payah mereka selama memelihara lembu itu. Mereka tidak mau hanya dapat kotorannya saja. Mereka tidak mau orang yang makan nangka mereka yang terkena getahnya.

Salah seorang anggota kelompok ternak Bina Jaya yang telah menjual lembunya, Ali Akbar ketika dikonfirmasi terkait penjualan lembunya membenarkan hal itu. Dia menjual 3 ekor lembu tersebut seharga Rp 11 juta. Dan pada saat transaksi penjualan lembu tersebut sempat terjadi keributan antara dia dan Ketua kelompok, Syaiful Anwar dirinya karena tidak mau menyetorkan semua uang hasil penjualan lembu itu. “Namun akhirnya uang tersebut serahkan Rp 10 juta, selebihnya Rp 1 juta saya ambil. Ungkap Ali Akbar.

Begitu juga dengan anggota lainnya, seperti Amnazar, Anto dan Syahruddin, mereka juga sempat ribut besar dengan ketua dan bendahara kelompok karena uang hasil penjualan lembu mereka diminta semuanya oleh ketua kelompok dengan alasan untuk digulirkan. Namun mereka tetap bersikeras dan mengambil sebahagian dari dana penjualan itu. Karena kegagalan pemeliharaan ternak lembu tersebut sudah diprediksikan sejak awal.
Terbukti dari 15 anggota kelompok ternak Bina Jaya ada beberapa diantaranya menolak menerima lembu tersebut.

Salah seorang diantaranya Ilyas, menurut Ilyas, dia menolak memelihara lembu tersebut karena harga pembelian lembu itu sudah terlalu tinggi mencapai Rp 7 juta/ekor. Tidak mungkin bisa memperoleh keuntungan dari pemeliharaan lembu tersebut. Oleh sebab itu dia tidak mau mengambil lembu tersebut, dia tidak mau jadi tumbal oknum-oknum tertentu yang berkedok membantu dan meningkatkan taraf hidup dan ekonomi masyarakat.

Berkaitan dengan adanya dugaan markup pembelian lembu bali tersebut, salah seorang anggota DPRK Aceh Tamiang yang tinggal di desa Pangkalan, T .Amsah kepada koran ini dikediamannya membenarkan hal tersebut. Memang harganya terlalu tinggi dan tidak pantas, terindisikasi dimark up.” Ujar T. Amsah. Sembari menjelaskan bahwa dirinya tidak bisa ikut campur dalam hal ini karena ini bantuan merupakan provinsi Aceh, kecuali kalau dananya berasal dari APBD Aceh Tamiang baru dirinya bisa ikut campur.

Sementara ketua Kelompok ternak Bina Jaya, Syaiful Anwar ketika dikonfirmasi koran ini baru-baru ini mengatakan bahwa dirinya bersama Fajar salah seorang pegawai dari kantor BPM provinsi Aceh ikut dalam pembelian lembu tersebut ke Bekasi, Jawa Barat beberapa waktu yang lalu, namun masalah harga pembelian dan sebagainya itu bukan dia yang menentukan tetapi itu urusan pihak BPM provinsi Aceh, kelompok ternak Bina Jaya hanya menerima lembu tersebut hingga di tempat. (urd)

 
Cetak Berita Ini Berikan Tanggapan Kirim ke teman
  Baca Juga:
  Stop Proyek 'Aneh' DPR
  Naik Pitam Namanya Masuk Daftar
Disebut Sering Bolos, Sutan Ancam Bubarkan BK DPR
  Pangkatnya Cuma Iptu
Alamak...Oknum Polisi Papua Punya Rp 900 Miliar
  Anggota DPR Tukang Bolos Jangan Nyaleg Lagi
  Eyang Subur Serius Ingin Nyapres dari Partai Demokrat

 


  Rakyat Diminta Awasi Pelayanan Publik
Pelayanan bermutu dan responsif merupakan target pemerintah pusat dalam orde kali...
 
>> index
JENAYAH
  Stop Proyek 'Aneh' DPR
Koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Uchok...
 
>> index
INTERNASIONAL
  Dua Ledakan di Masjid, 45 Tewas
Dua ledakan dahsyat mengguncang suatu masjid di ibukota Somalia, Mogadishu, Sabtu...
 
>> index
HOTLINE  

061-7883059

OBIS
  Tidur Tanpa Bra
Penyakit kanker payudara menjadi salah satu pembunuh nomor satu bagi wanita...
 
 Sebelumnya
 
  Hampir Cerai
  Bantah Cewek Fathonah
  Kesepian, Gunakan Alat Seks
 
OLAHRAGA ACEH
  Percasi Atam Gelar Kejuaraan Catur se-Aceh
ACEH TAMIANG - Pengurus Cabang Persatuan Catur Seluruh Indonesia...
 
>> index
Pemanfaatan naskah sebahagian/seluruhnya dari website ini, mohon mencantumkan kode url http://rakyataceh.com

Alamat Redaksi/Pemasaran/Iklan :
BANDA ACEH: DR. Mr. H. Muhammad Hasan, SP Batoh Banda Aceh, Tlp (0651) 35478

LHOKSEUMAWE: Jl. Baiturrahim No. 15 Tlp. (0645) 42538 Lancang Garam Lhokseumawe.


IP Anda: 72.44.48.122
| Lokasi: Tak dikenal- | Online: 20 User
Copyright © 2005 by