HEADLINE
 

Polisi Bubarkan Konvoi Bulan Bintang
Meulaboh-Ratusan massa pendukung bendera bulan bintang asal Kabupaten Aceh Jaya, Kamis (16/5), sekira pukul 10.30 WIB, melakukan konvoi bendera ke Meulaboh,...

++Selengkapnya
>> index
CAKRADONYA
 

Pemko Bekasi Kunjungi Aceh Besar
Jantho –Walikota Bekasi Dr H Rahmat Effendi, dan rombongan Kamis (16/5) siang, mengunjungi Kota Jantho, ibukota Kabupaten Aceh Besar. Dalam kunjungan...

++Selengkapnya
>> index
MALIKUSSALEH
 
Terkait Penggusuran di Geudong

Warga Ancam Hadang Petugas Dengan Parang
GEUDONG- Puluhan masyarakat yang menempati lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Kedai Geudong, Kecamatan Samudra, Aceh Utara, mengancam akan...

++Selengkapnya
>> index
NAGGROE
 

Qanun Irigasi Disosialisasikan
IDI RAYEUK- Dinas Pengairan Aceh kini terus meningkatkan sosialisasi qanun No 4 tahun 2013 tentang Irigasi. Hal itu dilakukan untuk memahami...

++Selengkapnya
>> index
NASIONAL
 
Ributkan Qanun Nomor 3

Jatah Uang Migas 70 Persen Ditagih
JAKARTA - Para petinggi di Jakarta langsung terhenyak begitu Aceh menerbitkan Qanun nomor 3 Tahun 2013 tentang bendera Aceh, yang bentuknya...

++Selengkapnya
>> index
DO YOU KNOW?
 
>> index
 
"Orang mukmin itu pemimpin atas dirinya. Sesungguhnya ringanlah hisab atas suatu kaum yang menghisab dirinya di dunia.Dan sesungguhnya sukarlah hisab pada hari kiamat atas suatu kaum yang mengambil persoalan ini tanpa hisab" (Hasan Al Bashri)   Insya Allah jikalau hidup kita penuh manfaat dengan tulus ikhlas, maka kebahagiaan dalam bergaul dengan siapapun akan terasa nikmat, karena tidak mengharapkan sesuatu dari orang lain melainkan kenikmatan kita adalah melakukan sesuatu untuk orang lain (AA Gym)     
 ARSIP  REDAKSI   PROFIL  BUKU TAMU  KONTAK  HOME  ePAPER 
Rakyat Aceh Online : Berita Utama - Medan Bukan Target Basis Serangan
  Rabu, 27 Juni 2012 | 10:44
Medan Bukan Target Basis Serangan

JAKARTA - Kemungkinan kelompok teroris Medan dan kelompok-kelompok lain mulai mendanai aksi lewat penjualan narkotika, diragukan. Pasalnya, tidak ada jalur maupun kontak langsung antara kelompok teroris di Indonesia dengan kelompok pemasok narkotika. Selain itu, besarnya temuan aset milik para teroris juga turut dipertanyakan. Menurut peneliti terorisme dari Yayasan Prasasti Perdamaian, Taufik Andrie, “kalau di lapangan sepertinya sulit seorang mujahid berhubungan dengan bandar-bandar narkoba. Apalagi di dalam penjara, karena biasanya itu dipisah antara tahanan narkoba dengan tahanan lain,” demikian ungkapnya saat berbincang secara khusus dengan koran ini di Jakarta, kemarin.

Oleh sebab itu dalam hal ini, aparat keamanan menurutnya kemudian, harus membuka dan mengembangkan jika memang ada temuan. Bagaimana relasi antara jual shabu-shabu dengan membeli senjata misalnya. Namun jika mencari dana lewat IT (informasi Teknologi), Andrie memang melihatnya cukup relevan. Apalagi mengingat skill-skill individu dari masing-masing anggota yang ada, rata-rata cukup bagus. “Misalnya Imam Samudera, dalam catatan dulu pernah membobol kartu kredit. Jadi skill ini memang lazim. Hanya saja ketika itu yang banyak disoroti lebih kepada kasus pembomannya.”

Yang menarik, Taufik sendiri mengaku merasa heran dengan bombastisnya temuan jumlah dana yang dimiliki para teroris Medan. Dimana jumlahnya hingga mencapai miliaran rupiah. “Karena kalau jumlahnya sangat besar begitu, kenapa tidak melakukan apa-apa?” Memang ungkapnya kemudian, dana-dana tersebut sebagian diantaranya disebutkan untuk membiayai pelatihan di Sulawesi Tengah dan aksi pemboman di Solo. “Tapi sangat tidak masuk akal, karena jumlahnya sangat kecil dengan jumlah aset yang mereka miliki. Jadi perlu dilacak kejanggalan-kejanggalan ini.

Apakah kelompok Medan ini memang hanya sebagai basis logistik?” Saat ditanya mengapa kelompok ini memilih berbasis di Medan? Taufik sendiri menilainya kemungkinan lebih karena alasan taktis. “Karena semakin jauh dari pusat, akan lebih aman untuk menyembunyikan aset. Jadi sepertinya bukan untuk menjadikan Medan sebagai basis serangan.” Selain itu menurut kebiasaan, dengan tertangkapnya kelompok ini, Taufik meyakini sel-sel kelompok ini di Medan, juga telah bubar. “Karena biasanya begitu. Kalau jaringannya tertangkap, maka otomatis sel-sel yang tersisa akan bubar dengan sendirinya.”(gir)

 
Cetak Berita Ini Berikan Tanggapan Kirim ke teman
  Baca Juga:
  Ributkan Qanun Nomor 3
Jatah Uang Migas 70 Persen Ditagih
  Pilkada Subulussalam dan Pidie Jaya Dipercepat
  30 Calon KIP Atim Lulus Ujian Tulis
  Hari Ini, Presiden Berencana Umumkan BBM
  2 Caleg Aceh Daftar Ganda

 


  Rakyat Diminta Awasi Pelayanan Publik
Pelayanan bermutu dan responsif merupakan target pemerintah pusat dalam orde kali...
 
>> index
JENAYAH
  Stop Proyek 'Aneh' DPR
Koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Uchok...
 
>> index
INTERNASIONAL
  Dua Ledakan di Masjid, 45 Tewas
Dua ledakan dahsyat mengguncang suatu masjid di ibukota Somalia, Mogadishu, Sabtu...
 
>> index
HOTLINE  

061-7883059

OBIS
  Tidur Tanpa Bra
Penyakit kanker payudara menjadi salah satu pembunuh nomor satu bagi wanita...
 
 Sebelumnya
 
  Hampir Cerai
  Bantah Cewek Fathonah
  Kesepian, Gunakan Alat Seks
 
OLAHRAGA ACEH
  Percasi Atam Gelar Kejuaraan Catur se-Aceh
ACEH TAMIANG - Pengurus Cabang Persatuan Catur Seluruh Indonesia...
 
>> index
Pemanfaatan naskah sebahagian/seluruhnya dari website ini, mohon mencantumkan kode url http://rakyataceh.com

Alamat Redaksi/Pemasaran/Iklan :
BANDA ACEH: DR. Mr. H. Muhammad Hasan, SP Batoh Banda Aceh, Tlp (0651) 35478

LHOKSEUMAWE: Jl. Baiturrahim No. 15 Tlp. (0645) 42538 Lancang Garam Lhokseumawe.


IP Anda: 107.22.127.92
| Lokasi: Tak dikenal- | Online: 22 User
Copyright © 2005 by