HEADLINE
 

Polisi Bubarkan Konvoi Bulan Bintang
Meulaboh-Ratusan massa pendukung bendera bulan bintang asal Kabupaten Aceh Jaya, Kamis (16/5), sekira pukul 10.30 WIB, melakukan konvoi bendera ke Meulaboh,...

++Selengkapnya
>> index
CAKRADONYA
 

Pemko Bekasi Kunjungi Aceh Besar
Jantho –Walikota Bekasi Dr H Rahmat Effendi, dan rombongan Kamis (16/5) siang, mengunjungi Kota Jantho, ibukota Kabupaten Aceh Besar. Dalam kunjungan...

++Selengkapnya
>> index
MALIKUSSALEH
 
Terkait Penggusuran di Geudong

Warga Ancam Hadang Petugas Dengan Parang
GEUDONG- Puluhan masyarakat yang menempati lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Kedai Geudong, Kecamatan Samudra, Aceh Utara, mengancam akan...

++Selengkapnya
>> index
NAGGROE
 

Qanun Irigasi Disosialisasikan
IDI RAYEUK- Dinas Pengairan Aceh kini terus meningkatkan sosialisasi qanun No 4 tahun 2013 tentang Irigasi. Hal itu dilakukan untuk memahami...

++Selengkapnya
>> index
NASIONAL
 
Ributkan Qanun Nomor 3

Jatah Uang Migas 70 Persen Ditagih
JAKARTA - Para petinggi di Jakarta langsung terhenyak begitu Aceh menerbitkan Qanun nomor 3 Tahun 2013 tentang bendera Aceh, yang bentuknya...

++Selengkapnya
>> index
DO YOU KNOW?
 
>> index
 
"Orang mukmin itu pemimpin atas dirinya. Sesungguhnya ringanlah hisab atas suatu kaum yang menghisab dirinya di dunia.Dan sesungguhnya sukarlah hisab pada hari kiamat atas suatu kaum yang mengambil persoalan ini tanpa hisab" (Hasan Al Bashri)   Insya Allah jikalau hidup kita penuh manfaat dengan tulus ikhlas, maka kebahagiaan dalam bergaul dengan siapapun akan terasa nikmat, karena tidak mengharapkan sesuatu dari orang lain melainkan kenikmatan kita adalah melakukan sesuatu untuk orang lain (AA Gym)     
 ARSIP  REDAKSI   PROFIL  BUKU TAMU  KONTAK  HOME  ePAPER 
Rakyat Aceh Online : LHOKSEUMAWE - Ribuan Nelayan Daerah Migas Masih Terabaikan
  Senin, 18 Juni 2012 | 10:16
Ribuan Nelayan Daerah Migas Masih Terabaikan
Kuala PPI Dangkal, Pemerintah Jangan Diam

Nasib ribuan nelayan yang berdomisili di daerah penghasil minyak bumi dan gas (Migas) di Kabupaten Aceh Utara, hingga kini belum dapat bernafas dengan legal. Pasalnya, sarana pendukung nelayan ini belum memadai, seperti Kuala Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) masih dangkal dan sarana pendukung lainnya.
Republik Indonesia sudah merdeka hampir 67 tahun lamanya. Namun, kehidupan ribuan nelayan Aceh Utara itu masih terpuruk dari sektor nilai tambah ekonomi.

Hal itu disebabkan, akibat kurangnya perhatian serius Pemerintah Aceh Utara, Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat, untuk memberdayakan para nelayan. Padahal, Aceh Utara dikenal sebagai daerah penghasil Migas di Indonesia dan disedok habisan-habisan untuk dijual ke luar negeri. Tapi hasil kekayaan daerah itu, sepertinya belum dapat dirasakan oleh para nelayan miskin di 9 wilayah PPI di pesisir Bumo Malikusaleh.

Bahkan, kondisi Kuala Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) itu sendiri, belum layak untuk digunakan sebagai sarana pendukung bagi nelayan. Itu menandakan, Pemerintah selama ini terkesan mengabaikan nasib 7.462 nelayan pesisir Aceh Utara. Harapan nelayan sebenarnya, adalah hanya meminta PPI yang dangkal itu segera di keruk dengan menggunakan alat berat oleh Pemerintah. Tentunya, ribuan nelayan itu tidak dapat berbuat banyak, jika pemerintah tidak merespon persoalan kuala dangkal. Masing-masing, kuala PPI Kuala Mane di Gampong Tanoh Anoe, Kecamatan Muara Batu, Kuala Bangka Jaya, Kecamatan Dewantara dan Kuala Dayah Tuha, Kecamatan Syamtalira Bayu.

Kemudian, Kuala PPI Blang Mee, Kecamatan Samudera, Kuala Cangkoy, Kecamatan Lapang, Kuala Teupin Kuyun dan Mantong Puntong, Kecamatan Seunuddon, Kuala PPI Geulumpang Tanjong Unoe serta Kuala PPI Tanjong Dalam Utara, Kecamatan Tanah Jamboe Aye. “Kuala dangkal sebenarnya, persoalan serius yang harus diselesaikan oleh pemerintah. Dan sangat tidak mungkin jika nelayan membangun sendiri kuala PPI, karena itu tanggungjawab pemerintah,”ucap Panglima Laot Kuala Mane, Kecamatan Muara Batu, Abu Dahlan, saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, kemarin. Kata dia, selama bertahun-tahun kuala dangkal, sehingga keluar masuk boat-boat nelayan ke PPI menjadi kendala.

Betapa tidak, nelayan harus menunggu air pasang baru bisa merapat atau bersandar boat-boatnya ke Kuala PPI. Namun, sebaliknya saat boat keluar dari Kuala PPI juga terpaksa harus menunggu air pasang. Hal itu membuat hasil tangkapan ikan nelayan yang hendak dibawa ke darat, tidak dapat diturunkan.

Sebutnya, selama ini aktifitas armada nelayan jadi terganggung ketika keluar masuk ke PPI. Menurut dia, kondisi Kuala Mane dangkal sudah terjadi sekitar 10 tahun lalu. Apalagi, hingga saat ini belum adanya penanganan yang serius dari pemerintah hanya janji manis saja, untuk melakukan pengekrukan kuala.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelauatan dan Perikanan (DKP) Aceh Utara, Saiful Bahri, saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, kemarin, juga membenarkan sembilan Kuala Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di Aceh Utara, masih dangkal. (arm)


 
Cetak Berita Ini Berikan Tanggapan Kirim ke teman
  Baca Juga:
  Terkait Penggusuran di Geudong
Warga Ancam Hadang Petugas Dengan Parang
  Dinkes Warning Kepala Puskesmas
  67 Peserta Tes Tulis Calon KIP Acut
  50 Orang Meninggal Akibat Narkoba
  Seratusan Pintu Air Irigasi Langkahan Rusak

 


  Rakyat Diminta Awasi Pelayanan Publik
Pelayanan bermutu dan responsif merupakan target pemerintah pusat dalam orde kali...
 
>> index
JENAYAH
  Stop Proyek 'Aneh' DPR
Koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Uchok...
 
>> index
INTERNASIONAL
  Dua Ledakan di Masjid, 45 Tewas
Dua ledakan dahsyat mengguncang suatu masjid di ibukota Somalia, Mogadishu, Sabtu...
 
>> index
HOTLINE  

061-7883059

OBIS
  Tidur Tanpa Bra
Penyakit kanker payudara menjadi salah satu pembunuh nomor satu bagi wanita...
 
 Sebelumnya
 
  Hampir Cerai
  Bantah Cewek Fathonah
  Kesepian, Gunakan Alat Seks
 
OLAHRAGA ACEH
  Percasi Atam Gelar Kejuaraan Catur se-Aceh
ACEH TAMIANG - Pengurus Cabang Persatuan Catur Seluruh Indonesia...
 
>> index
Pemanfaatan naskah sebahagian/seluruhnya dari website ini, mohon mencantumkan kode url http://rakyataceh.com

Alamat Redaksi/Pemasaran/Iklan :
BANDA ACEH: DR. Mr. H. Muhammad Hasan, SP Batoh Banda Aceh, Tlp (0651) 35478

LHOKSEUMAWE: Jl. Baiturrahim No. 15 Tlp. (0645) 42538 Lancang Garam Lhokseumawe.


IP Anda: 184.73.74.47
| Lokasi: Tak dikenal- | Online: 15 User
Copyright © 2005 by