HEADLINE |
|
|
|
|
|
CAKRADONYA |
|
|
MALIKUSSALEH |
|
|
NAGGROE |
|
|
NASIONAL |
|
DO YOU KNOW? |
|
|
|
|
| |
 |
|
|
ARSIP REDAKSI PROFIL BUKU TAMU KONTAK HOME ePAPER |
Rakyat Aceh Online : Berita Utama - Gelombang Laut Capai 5 Meter
|
| |
Jumat, 8 Juni 2012 | 11:06 Gelombang Laut Capai 5 Meter
Banda Aceh-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Blang Bintang Aceh Besar, mengeluarkan warning atau peringatan dini tentang prakiraan tinggi gelombang di Perairan Aceh, meliputi wilayah Sabang dan Pulau Aceh, mencapai 2-5 meter lebih. Tak hanya itu, warga Sabang, Kota Banda Aceh, dan Aceh Besar, perlu mewaspadai masih kencangnya angin di tiga daerah setempat.Bahkan, kata Kasi Observasi dan Informasi BMKG didampingi staf prakirawan Jaya Martuah Sinaga, kepada koran ini, Kamis (7/6), angin kencang beserta hujan sedang, bakalan bergerak hingga ke Pesisir Barat sampai dengan Selatan Aceh.
Ia pun menyarankan, agar masyarakat di daerah tersebut waspada dan hati-hati apabila hujan disertai angin kencang datang, supaya jangan berlindung di bawah pohon, billboard, atau bangunan yang dinilai mudah rubuh tertiup angin. Peringatan ini dikeluarkan berhubung di sejumlah daerah di Aceh, masih banyak pohon-pohon yang berusia tua, begitu juga pernah terjadi billboard atau baliho yang tumbang, meski tidak memakan korban jiwa.
Diungkapkannya lagi, kemungkinan terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang, sebenarnya hampir terjadi di semua daerah Aceh terutama Aceh bagian Barat, Utara dan Timur. Bahkan, ujarnya, di beberapa daerah bisa berpotensi terjadi angin puting beliung.Dia bilang, angin kencang yang melanda sebagian besar kawasan di Aceh, dipengaruhi masih adanya badai tropis MAWAR terjadi di Samudera Pasifik sebelah Timur Laut Philipina yang bergerak ke arah Utara Timur Laut mendekati wilayah Jepang. Sedangkan pusat tekanan rendah di wilayah belahan bumi Selatan terjadi di Australia bagian selatan.
Angin di atas wilayah Indonesia sebelah Utara khatulistiwa umumnya bertiup dari arah Selatan – Barat Daya, sedangkan di sebelah Selatan khatulistiwa bertiup dari arah Timur - Tenggara. Kecepatan angin berkisar antara 05 – 54 km/jam dengan kecepatan angin tertinggi terjadi di Perairan Sabang, Laut Chhina Selatan, hingga ke Laut Arafura.
Akibat badai ini lah, makanya sebagian daerah di Aceh, terutama Sabang, Banda Aceh, dan Aceh Besar, masih dilanda angin kencang disertai hujan dengan intensitas sedang dan lebat. Sekali lagi masyarakat diminta untuk waspada, terutama nelayan dan pihak pelayaran penyeberangan Ulee Lheue-Balohan, dan juga Abdya-Simeulu.
Cuaca Buruk
Sementara itu, akibat angin kencang yang diperkirakan mencapai kecepatan 116 kilometer per jam, menumpangkan pohon mangga sehingga menimpa satu unit rumah hingga roboh, di Gampong Bineh Blang, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.Tak hanya itu, 3 unit loket penjualan tiket mobil penumpang umum L-300 di kawasan Lueng Bata, tidak beratap lagi, dikarenakan saat angin kencang melanda kota setempat, Rabu (6/6) malam, seng bersama kayu-kayu nya diterbangkan angin sejauh 5-6 meter dari loket tersebut.
Saat angin kencang datang, sejumlah petugas penjual tiket hanya membiarkan seng dan kayu plang atap tergeletak di halaman dalam parkiran mobil L-300, kata Yun, salah satu supir L-300 dari CV Bahtera, kepada koran ini, Rabu malam. Ia mengungkapkan, 3 unit loket penjualan tiket yang atapnya terangkat ditiup angin itu, sudah tutup dan pemiliknya diperkirakan sudah pulang.Begitu juga sejumlah pihak sekolahan, Kamis (7/6) pagi, mengungkapkan, beberapa seng atap sekolah SD Persit Lampriet, ‘tercabut’ dari atap dan didapati sudah berada di halaman yang berjarak lebih kurang 7-10 meter dari tempat asalnya. Pihak sekolah tidak melaporkan hal itu dikarenakan jumlah sengnya hanya tiga lembar dan sudah dibetulkan petugas atau penjaga sekolahan setempat.
Amatan koran ini, Rabu malam, saat angin kencang melanda ibukota Provinsi Aceh, Kota Banda Aceh. Arus lalu lintas di tengah kota, sepi. Ranting-ranting dan dedaunan muda terlihat berserakan di tengah jalan. Begitu jua pelepah daun kelapa baik tua maupun muda, melintang di tengah jalan, sehingga sedikit menggangu lalu lintas.
Beberapa menit setelah angin kencang. Listrik pun padam di sebagian besar kota Banda Aceh. Sejumlah aktivitas di malam hari di ibukota, terlihat terhenti. Termasuk pertunjukan drama komedi Ampon Yan, terpaksa dibatalkan secara sepihak. Akhirnya acara drama tersebut, diundur ke Kamis (7/6) sekira pukul 16.30 WIB dari jadwal semula Rabu malam sekira pukul 20.00 WIB.
Norermaida Atmaja, Manager Produksi Tkos, mengatakan pihaknya tidak dapat berbuat apapun, dikarenakan padamnya listrik dan mereka pun hanya bisa mengundurkan jadwal kegiatan, agar pengunjung tidak kecewa. Ditekankannya tempat acara tetap di indoor Taman Budaya, Seutui, kota setempat. (ian)
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Pemanfaatan naskah sebahagian/seluruhnya dari website ini, mohon mencantumkan kode url http://rakyataceh.com |
|
|