HEADLINE |
|
|
|
|
|
CAKRADONYA |
|
|
MALIKUSSALEH |
|
|
NAGGROE |
|
|
NASIONAL |
|
DO YOU KNOW? |
|
|
|
|
| |
 |
|
|
ARSIP REDAKSI PROFIL BUKU TAMU KONTAK HOME ePAPER |
Rakyat Aceh Online : BANDA ACEH - Badai
|
| |
Jumat, 1 Juni 2012 | 09:31 Badai 'Serang' Ibukota Rumah Warga Rusak, Satu Pohon Tumbang
BANDA ACEH - Kalau kemarin, badai berupa angin kencang ada di Sabang, kali ini, Kamis pagi (31/5), badai sudah tiba di ibukota propinsi yaitu Banda Aceh dan Aceh Besar. Akibatnya, satu pohon asam tumbang, rumah warga rusak. Sedangkan di kawasan pemukiman penduduk dan kawasan perkotaan di Banda Aceh, sejumlah kanopi toko dan kedai berterbangan. Di sejumlah ruas jalan spanduk dan reklame patah. "Angin kencang juga merusak empat unit rumah di Gampong (desa-red) Lamteh, Kecamatan Peukanbada dan satu pohon asam tumbang menimpa satu rumah, sehingga rumah tersebut rusak total di Gampong Lamgapang, Kecamatan Darul Imarah,"ungkap Abdul Latief yang mengaku rumahnya juga ikut hancur diterjang angin kencang.
Abdul Latif menyebutkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Selain itu, di Gampong Lamgapang, satu pohon asam (pohon asam jawa-red) tumbang menimpa satu rumah, sehingga mengalami rusak total. Samsul pemilik rumah mengatakan, saat kejadian rumahnya itu memang tidak berpenghuni, karena selama ini kosong belum ditempati.Sedangkan pelayaran kapal cepat KM Bahari Ekpres, rute Ulee Lhue (Banda Aceh)-Balohan (Sabang) tidak beraktifitas akibat gelombang air laut mencapai tiga meter menyusul angin kencang melanda kawasan perairan itu.
Kapten KM Bahari Expres, Surya Buana kepada Rakyat Aceh , menjelaskan, penghentian operasional itu semata-mata karena pertimbangan untuk menjaga keselamatan pelayaran. "Kami telah memutuskan tidak beroperasi khususnya pada hari ini. Dengan pertimbangan untuk keselamatan penumpang dan pelayaran akibat gelombang tinggi dan angin kencang," katanya menambahkan. Pembatalan tersebut juga terkait peringatan BMKG sebelumnya yang mengeluarkan peringatan dini terkait potensi tinggi gelombang di perairan Aceh mencapai empat meter.
Surya menjelaskan, belum bisa memastikan kapan KM Bahari Expres beroperasi melayani penumpang penyeberangan Banda Aceh-Sabang yang berjarak sekitar 14 mil laut tersebut. "Meski tidak beroperasi namun kami memastikan tidak ada penumpang telantar. Masyarakat penumpang menyadari pentingnya keselamatan dalam pelayaran," katanya lagi. Kecuali KMP BRR, karena cuaca extrim pihaknya hanya menunda jadwal pelayaran Banda Aceh-Sabang. "KMP BRR hanya menunda pelayaran dari jadwal rutin setiap hari pukul 08.00 WIB dari Sabang tujuan Banda Aceh, dan hari ini berangkat pukul 09.30 WIB," kata seorang penumpang Abdullah Brewok.
Sementara, akibat cuaca ekstrim yang terjadi beberapa hari terakhir ini, menurut Badan Metreologi, Klimatologi dan Giofisika (BMKG) Aceh, masih akan terjadi beberapa hari ke depan. Masyarakat, terutama nelayan dan kegiatan pelayaran diminta waspada. "Badai bisa membuat tinggi gelombang bisa mencapai empat meter di perairan Aceh,"demikian. (Sud/ian)
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Pemanfaatan naskah sebahagian/seluruhnya dari website ini, mohon mencantumkan kode url http://rakyataceh.com |
|
Alamat Redaksi/Pemasaran/Iklan :
BANDA ACEH: DR. Mr. H. Muhammad Hasan, SP Batoh Banda Aceh, Tlp (0651) 35478
LHOKSEUMAWE: Jl. Baiturrahim No. 15 Tlp. (0645) 42538 Lancang Garam Lhokseumawe.
|
IP Anda: 23.22.212.158 | Lokasi: Tak dikenal- Database INSERT Error | | |