HEADLINE
 

Polisi Bubarkan Konvoi Bulan Bintang
Meulaboh-Ratusan massa pendukung bendera bulan bintang asal Kabupaten Aceh Jaya, Kamis (16/5), sekira pukul 10.30 WIB, melakukan konvoi bendera ke Meulaboh,...

++Selengkapnya
>> index
CAKRADONYA
 

Pemko Bekasi Kunjungi Aceh Besar
Jantho –Walikota Bekasi Dr H Rahmat Effendi, dan rombongan Kamis (16/5) siang, mengunjungi Kota Jantho, ibukota Kabupaten Aceh Besar. Dalam kunjungan...

++Selengkapnya
>> index
MALIKUSSALEH
 
Terkait Penggusuran di Geudong

Warga Ancam Hadang Petugas Dengan Parang
GEUDONG- Puluhan masyarakat yang menempati lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Kedai Geudong, Kecamatan Samudra, Aceh Utara, mengancam akan...

++Selengkapnya
>> index
NAGGROE
 

Qanun Irigasi Disosialisasikan
IDI RAYEUK- Dinas Pengairan Aceh kini terus meningkatkan sosialisasi qanun No 4 tahun 2013 tentang Irigasi. Hal itu dilakukan untuk memahami...

++Selengkapnya
>> index
NASIONAL
 
Ributkan Qanun Nomor 3

Jatah Uang Migas 70 Persen Ditagih
JAKARTA - Para petinggi di Jakarta langsung terhenyak begitu Aceh menerbitkan Qanun nomor 3 Tahun 2013 tentang bendera Aceh, yang bentuknya...

++Selengkapnya
>> index
DO YOU KNOW?
 
>> index
 
"Orang mukmin itu pemimpin atas dirinya. Sesungguhnya ringanlah hisab atas suatu kaum yang menghisab dirinya di dunia.Dan sesungguhnya sukarlah hisab pada hari kiamat atas suatu kaum yang mengambil persoalan ini tanpa hisab" (Hasan Al Bashri)   Insya Allah jikalau hidup kita penuh manfaat dengan tulus ikhlas, maka kebahagiaan dalam bergaul dengan siapapun akan terasa nikmat, karena tidak mengharapkan sesuatu dari orang lain melainkan kenikmatan kita adalah melakukan sesuatu untuk orang lain (AA Gym)     
 ARSIP  REDAKSI   PROFIL  BUKU TAMU  KONTAK  HOME  ePAPER 
Rakyat Aceh Online : BANDA ACEH - Badai
  Jumat, 1 Juni 2012 | 09:31
Badai 'Serang' Ibukota
Rumah Warga Rusak, Satu Pohon Tumbang

BANDA ACEH - Kalau kemarin, badai berupa angin kencang ada di Sabang, kali ini, Kamis pagi (31/5), badai sudah tiba di ibukota propinsi yaitu Banda Aceh dan Aceh Besar. Akibatnya, satu pohon asam tumbang, rumah warga rusak. Sedangkan di kawasan pemukiman penduduk dan kawasan perkotaan di Banda Aceh, sejumlah kanopi toko dan kedai berterbangan. Di sejumlah ruas jalan spanduk dan reklame patah. "Angin kencang juga merusak empat unit rumah di Gampong (desa-red) Lamteh, Kecamatan Peukanbada dan satu pohon asam tumbang menimpa satu rumah, sehingga rumah tersebut rusak total di Gampong Lamgapang, Kecamatan Darul Imarah,"ungkap Abdul Latief yang mengaku rumahnya juga ikut hancur diterjang angin kencang.

Abdul Latif menyebutkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Selain itu, di Gampong Lamgapang, satu pohon asam (pohon asam jawa-red) tumbang menimpa satu rumah, sehingga mengalami rusak total. Samsul pemilik rumah mengatakan, saat kejadian rumahnya itu memang tidak berpenghuni, karena selama ini kosong belum ditempati.Sedangkan pelayaran kapal cepat KM Bahari Ekpres, rute Ulee Lhue (Banda Aceh)-Balohan (Sabang) tidak beraktifitas akibat gelombang air laut mencapai tiga meter menyusul angin kencang melanda kawasan perairan itu.

Kapten KM Bahari Expres, Surya Buana kepada Rakyat Aceh , menjelaskan, penghentian operasional itu semata-mata karena pertimbangan untuk menjaga keselamatan pelayaran. "Kami telah memutuskan tidak beroperasi khususnya pada hari ini. Dengan pertimbangan untuk keselamatan penumpang dan pelayaran akibat gelombang tinggi dan angin kencang," katanya menambahkan. Pembatalan tersebut juga terkait peringatan BMKG sebelumnya yang mengeluarkan peringatan dini terkait potensi tinggi gelombang di perairan Aceh mencapai empat meter.

Surya menjelaskan, belum bisa memastikan kapan KM Bahari Expres beroperasi melayani penumpang penyeberangan Banda Aceh-Sabang yang berjarak sekitar 14 mil laut tersebut. "Meski tidak beroperasi namun kami memastikan tidak ada penumpang telantar. Masyarakat penumpang menyadari pentingnya keselamatan dalam pelayaran," katanya lagi. Kecuali KMP BRR, karena cuaca extrim pihaknya hanya menunda jadwal pelayaran Banda Aceh-Sabang. "KMP BRR hanya menunda pelayaran dari jadwal rutin setiap hari pukul 08.00 WIB dari Sabang tujuan Banda Aceh, dan hari ini berangkat pukul 09.30 WIB," kata seorang penumpang Abdullah Brewok.

Sementara, akibat cuaca ekstrim yang terjadi beberapa hari terakhir ini, menurut Badan Metreologi, Klimatologi dan Giofisika (BMKG) Aceh, masih akan terjadi beberapa hari ke depan. Masyarakat, terutama nelayan dan kegiatan pelayaran diminta waspada. "Badai bisa membuat tinggi gelombang bisa mencapai empat meter di perairan Aceh,"demikian. (Sud/ian)






 
Cetak Berita Ini Berikan Tanggapan Kirim ke teman
  Baca Juga:
  Polisi Bubarkan Konvoi Bulan Bintang
  Aceh Butuh Politik Pengakuan
  Terkait Usulan Pengajuan Caleg 120 Persen
Surat KIP Tak Digubris KPU
  Badai Kembali Mengganas, Boat Nelayan Karam Diterjang
  Tak Tuntut Merdeka
Aceh Ingin Seperti Macau

 


  Rakyat Diminta Awasi Pelayanan Publik
Pelayanan bermutu dan responsif merupakan target pemerintah pusat dalam orde kali...
 
>> index
JENAYAH
  Stop Proyek 'Aneh' DPR
Koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Uchok...
 
>> index
INTERNASIONAL
  Dua Ledakan di Masjid, 45 Tewas
Dua ledakan dahsyat mengguncang suatu masjid di ibukota Somalia, Mogadishu, Sabtu...
 
>> index
HOTLINE  

061-7883059

OBIS
  Tidur Tanpa Bra
Penyakit kanker payudara menjadi salah satu pembunuh nomor satu bagi wanita...
 
 Sebelumnya
 
  Hampir Cerai
  Bantah Cewek Fathonah
  Kesepian, Gunakan Alat Seks
 
OLAHRAGA ACEH
  Percasi Atam Gelar Kejuaraan Catur se-Aceh
ACEH TAMIANG - Pengurus Cabang Persatuan Catur Seluruh Indonesia...
 
>> index
Pemanfaatan naskah sebahagian/seluruhnya dari website ini, mohon mencantumkan kode url http://rakyataceh.com

Alamat Redaksi/Pemasaran/Iklan :
BANDA ACEH: DR. Mr. H. Muhammad Hasan, SP Batoh Banda Aceh, Tlp (0651) 35478

LHOKSEUMAWE: Jl. Baiturrahim No. 15 Tlp. (0645) 42538 Lancang Garam Lhokseumawe.


IP Anda: 23.22.212.158
| Lokasi: Tak dikenal- Database INSERT Error