HEADLINE
 

Polisi Bubarkan Konvoi Bulan Bintang
Meulaboh-Ratusan massa pendukung bendera bulan bintang asal Kabupaten Aceh Jaya, Kamis (16/5), sekira pukul 10.30 WIB, melakukan konvoi bendera ke Meulaboh,...

++Selengkapnya
>> index
CAKRADONYA
 

Pemko Bekasi Kunjungi Aceh Besar
Jantho –Walikota Bekasi Dr H Rahmat Effendi, dan rombongan Kamis (16/5) siang, mengunjungi Kota Jantho, ibukota Kabupaten Aceh Besar. Dalam kunjungan...

++Selengkapnya
>> index
MALIKUSSALEH
 
Terkait Penggusuran di Geudong

Warga Ancam Hadang Petugas Dengan Parang
GEUDONG- Puluhan masyarakat yang menempati lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Kedai Geudong, Kecamatan Samudra, Aceh Utara, mengancam akan...

++Selengkapnya
>> index
NAGGROE
 

Qanun Irigasi Disosialisasikan
IDI RAYEUK- Dinas Pengairan Aceh kini terus meningkatkan sosialisasi qanun No 4 tahun 2013 tentang Irigasi. Hal itu dilakukan untuk memahami...

++Selengkapnya
>> index
NASIONAL
 
Ributkan Qanun Nomor 3

Jatah Uang Migas 70 Persen Ditagih
JAKARTA - Para petinggi di Jakarta langsung terhenyak begitu Aceh menerbitkan Qanun nomor 3 Tahun 2013 tentang bendera Aceh, yang bentuknya...

++Selengkapnya
>> index
DO YOU KNOW?
 
>> index
 
"Orang mukmin itu pemimpin atas dirinya. Sesungguhnya ringanlah hisab atas suatu kaum yang menghisab dirinya di dunia.Dan sesungguhnya sukarlah hisab pada hari kiamat atas suatu kaum yang mengambil persoalan ini tanpa hisab" (Hasan Al Bashri)   Insya Allah jikalau hidup kita penuh manfaat dengan tulus ikhlas, maka kebahagiaan dalam bergaul dengan siapapun akan terasa nikmat, karena tidak mengharapkan sesuatu dari orang lain melainkan kenikmatan kita adalah melakukan sesuatu untuk orang lain (AA Gym)     
 ARSIP  REDAKSI   PROFIL  BUKU TAMU  KONTAK  HOME  ePAPER 
Rakyat Aceh Online : BANDA ACEH - Guru Swasta Merasa Diabaikan
  Selasa, 15 Mei 2012 | 09:52
Guru Swasta Merasa Diabaikan
Demo Tuntut Pencabutan PP Menpan

BANDA ACEH– Merasa diabaikan, seratusan guru di Banda Aceh dan sekitarnya,Senin (14/5), berunjukrasa di Gedung DPR Aceh. Mereka mendesak pemerintah pusat untuk mengeluarkan peraturan baru untuk guru yang berstatus honor swasta.Guru yang tergabung dalam Ikatan Guru Swasta Aceh (IGSA) ini, tiba di Kantor DPR Aceh sekira pukul 09.00 WIB. Setelah melakukan orasi, para peserta aksi yang didominasi kaum perempuan ini, akhirnya ditemui oleh Sidik Fahmi anggota DPRA dari Komisi E, bidang pendidikan.

Kepada Sidik Fahmi, para tenaga honorer swasta ini meminta untuk memperjuangkan aspirasi mereka dan meminta kepada pimpinan dewan untuk menyurati pemerintah pusat, terkait dengan persoalan yang mereka hadapi, pasca terbitnya PP Menpan No.5 Tahun 2010.
“PP itu harus dicabut karena sangat diskriminatif,”kata Cut Amalia, selaku sekretaris IGSA.Sebagai perpanjangan tangan masyarakat, kata dia, sudah menjadi kewajiban DPRA untuk memperjuangkan nasib guru honor swasta di Aceh. Untuk itu, lembaga tersebut harus mendesak pemerintah pusat untuk mencabut PP Nomor 5 tahun 2010 tentang status tenaga honorer yang dibiayai oleh Negara.

Kehadiran PP yang mengatur tentang kriteria honorer yang dibiayai oleh APBD dan non APBD tersebut, sangat merugikan para guru yang mengajar di sekolah swasta. Makanya, untuk menghilangkan kesenjangan, DPRA dapat mengalokasikan tunjangan untuk guru honor swasta dalam APBA.Selain itu, para guru ini juga meminta pemerintah Aceh untuk dapat memberikan jaminan kesehatan kepada mereka. Kemudian, pemerintah juga dituntut bisa memperjelas status Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Sementara itu, Ketua Presedium Koalisi Barisan Guru Bersatu (Kobar Gb) Sayuti Aulia menambahkan, pemerintah telah mengabaikan guru swasta, padahal mereka juga adalah seorang guru seperti halnya guru negeri.

“Kalau tidak akui guru swasta, tutup saja sekolah – sekolah swasta dan Universitas tempat mendidik guru,”tegasnya.Saat membuat regulasi, kata dia, tentunya pemerintah harus bisa mengakomodir guru swasta juga, tidak malah menjadikan seolah guru negeri menjadi anak emas.Menanggapi tuntutan para guru, Sidik Fahmi mengatakan, bahwa pihaknya akan menampung semua aspirasi yang disampaikan oleh para tenaga pengajar tersebut. “Kita akan tindak lanjuti aspirasi ini kepada pimpinan untuk kemudian bisa diteruskan kepada pemerintah pusat,”sebutnya.

Dia pun menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan membahas persoalan tuntutan tersebut untuk kemudian dapat dipertimbangkan dan direkomendasikan kepada pemerintah pusat agar memperhatikan nasib guru swasta. (Slm)

 
Cetak Berita Ini Berikan Tanggapan Kirim ke teman
  Baca Juga:
  Polisi Bubarkan Konvoi Bulan Bintang
  Aceh Butuh Politik Pengakuan
  Terkait Usulan Pengajuan Caleg 120 Persen
Surat KIP Tak Digubris KPU
  Badai Kembali Mengganas, Boat Nelayan Karam Diterjang
  Tak Tuntut Merdeka
Aceh Ingin Seperti Macau

 


  Rakyat Diminta Awasi Pelayanan Publik
Pelayanan bermutu dan responsif merupakan target pemerintah pusat dalam orde kali...
 
>> index
JENAYAH
  Stop Proyek 'Aneh' DPR
Koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Uchok...
 
>> index
INTERNASIONAL
  Dua Ledakan di Masjid, 45 Tewas
Dua ledakan dahsyat mengguncang suatu masjid di ibukota Somalia, Mogadishu, Sabtu...
 
>> index
HOTLINE  

061-7883059

OBIS
  Tidur Tanpa Bra
Penyakit kanker payudara menjadi salah satu pembunuh nomor satu bagi wanita...
 
 Sebelumnya
 
  Hampir Cerai
  Bantah Cewek Fathonah
  Kesepian, Gunakan Alat Seks
 
OLAHRAGA ACEH
  Percasi Atam Gelar Kejuaraan Catur se-Aceh
ACEH TAMIANG - Pengurus Cabang Persatuan Catur Seluruh Indonesia...
 
>> index
Pemanfaatan naskah sebahagian/seluruhnya dari website ini, mohon mencantumkan kode url http://rakyataceh.com

Alamat Redaksi/Pemasaran/Iklan :
BANDA ACEH: DR. Mr. H. Muhammad Hasan, SP Batoh Banda Aceh, Tlp (0651) 35478

LHOKSEUMAWE: Jl. Baiturrahim No. 15 Tlp. (0645) 42538 Lancang Garam Lhokseumawe.


IP Anda: 23.22.252.150
| Lokasi: Tak dikenal- | Online: 21 User
Copyright © 2005 by