HEADLINE
 

Polisi Bubarkan Konvoi Bulan Bintang
Meulaboh-Ratusan massa pendukung bendera bulan bintang asal Kabupaten Aceh Jaya, Kamis (16/5), sekira pukul 10.30 WIB, melakukan konvoi bendera ke Meulaboh,...

++Selengkapnya
>> index
CAKRADONYA
 

Pemko Bekasi Kunjungi Aceh Besar
Jantho –Walikota Bekasi Dr H Rahmat Effendi, dan rombongan Kamis (16/5) siang, mengunjungi Kota Jantho, ibukota Kabupaten Aceh Besar. Dalam kunjungan...

++Selengkapnya
>> index
MALIKUSSALEH
 
Terkait Penggusuran di Geudong

Warga Ancam Hadang Petugas Dengan Parang
GEUDONG- Puluhan masyarakat yang menempati lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Kedai Geudong, Kecamatan Samudra, Aceh Utara, mengancam akan...

++Selengkapnya
>> index
NAGGROE
 

Qanun Irigasi Disosialisasikan
IDI RAYEUK- Dinas Pengairan Aceh kini terus meningkatkan sosialisasi qanun No 4 tahun 2013 tentang Irigasi. Hal itu dilakukan untuk memahami...

++Selengkapnya
>> index
NASIONAL
 
Ributkan Qanun Nomor 3

Jatah Uang Migas 70 Persen Ditagih
JAKARTA - Para petinggi di Jakarta langsung terhenyak begitu Aceh menerbitkan Qanun nomor 3 Tahun 2013 tentang bendera Aceh, yang bentuknya...

++Selengkapnya
>> index
DO YOU KNOW?
 
>> index
 
"Orang mukmin itu pemimpin atas dirinya. Sesungguhnya ringanlah hisab atas suatu kaum yang menghisab dirinya di dunia.Dan sesungguhnya sukarlah hisab pada hari kiamat atas suatu kaum yang mengambil persoalan ini tanpa hisab" (Hasan Al Bashri)   Insya Allah jikalau hidup kita penuh manfaat dengan tulus ikhlas, maka kebahagiaan dalam bergaul dengan siapapun akan terasa nikmat, karena tidak mengharapkan sesuatu dari orang lain melainkan kenikmatan kita adalah melakukan sesuatu untuk orang lain (AA Gym)     
 ARSIP  REDAKSI   PROFIL  BUKU TAMU  KONTAK  HOME  ePAPER 
Rakyat Aceh Online : LHOKSEUMAWE - Kapal Marisa Jadi Besi Tua
  Kamis, 10 Mei 2012 | 10:33
Kapal Marisa Jadi Besi Tua
Tak Bisa Ditarik di Perairan Pulau Banyak

ACEH UTARA- Kapal Motor (KM) Marisa milik Pemkab Aceh Utara, berbobot 1.000 ton yang kandas diperairan Pulau Tuangku, Kecamatan Pulau Banyak, Aceh Singkil, pada 24 September 2010 lalu, akan menjadi besi tua.
Tentunya, sejak kandas kapal itu hingga bulan Mei 2012 ini masih terkatung-katung di perairan Pulau Tuangku, Kecamatan Pulau Banyak, Aceh Singkil. Bahkan, Minggu (6/5) kemarin, Tim Marisa Aceh Utara, sudah turun ke perairan Pulau Tuangku, untuk melihat kondisi Kapal Marisa yang merupakan aset Aceh Utara.

Tim tersebut terdiri dari DPRK Aceh Utara, Sekretaris Daerah, tim sar, tim ahli perkapalan Dinas Perhubungan. Kemudian, Panglima Laot Pulau Banyak, Sekcam Pulau Banyak, dan Ketua Pemuda Pulau Banyak.
Hal itu disampaikan anggota tim Marisa DPRK Aceh Utara, Anwar Sanusi, kepada Rakyat Aceh, kemarin, yang mengaku sedang berada di Pulau Banyak, Aceh Singkil. Kata dia, menurut pantauan dilapangan Kapal Marisa tidak bisa ditarik lagi karena kondisi lambung sudah robek sekitar 10 meter.

“Hasil pantauan dilapangan juga banyak barang berharga kapal sudah raib akibat dicuri oleh orang tak bertanggungjawab,”ucap Anwar Sanusi. Sebutnya, Ketua tim Marisa itu Azhari alias Cage dan anggota tim yang ikut kepalangan, dirinya, Tgk Fauzi, Tgk Isa Ahmadi dan Tantawi. Sementara itu data yang diterima Rakyat Aceh, untuk pelayaran kapal tersebut ditangani oleh PT. Bina Usaha I Aceh Utara, sejak dibeli pada tahun 2001 lalu seharga Rp 5,4 miliar, melalui Bagian Ekonomi Pemkab Aceh Utara. Kapal Marisa itu sendiri, merupakan kapal kargo (barang) bermuatan umum, dengan tahun buatan 1988.

Kapal ini juga memiliki panjang 55,4 meter, lebar 11 meter, dengan lebar tempat muatan 22 x 11 x 6 meter atau bermuatan 25 ribu sak semen. Selama berlayar sejak tahun 2001 lalu, telah menempuh rute Lhokseumawe-Penang (Malaysia) sebanyak empat kali dan satu kali rute Penang-Bangkok. Sedangkan di tahun 2004 lalu, kapal ini berlayar dari Pelabuhan Teluk Bayur, Padang dengan tujuan ke Meulaboh, Aceh Barat dan Tapaktuan.

Sementara pada 2007 dan 2008 lalu Kapal Marisa sudah dicarter atau kontrak untuk pelayaran rute Padang-Aceh Barat, mengangkut semen. Dengan tujuan, agar dapat menghasilkan pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Namun, pada 24 September 2010 lalu Kapal Marisa kebanggaan rakyat Aceh Utara itu, saat mengangkut semen dari Sumatera Barat, ke Aceh kandas di kawasan perairan Pulau Tuangku, Kecamatan Pulau Banyak, Aceh Singkil. (arm)



 
Cetak Berita Ini Berikan Tanggapan Kirim ke teman
  Baca Juga:
  Terkait Penggusuran di Geudong
Warga Ancam Hadang Petugas Dengan Parang
  Dinkes Warning Kepala Puskesmas
  67 Peserta Tes Tulis Calon KIP Acut
  50 Orang Meninggal Akibat Narkoba
  Seratusan Pintu Air Irigasi Langkahan Rusak

 


  Rakyat Diminta Awasi Pelayanan Publik
Pelayanan bermutu dan responsif merupakan target pemerintah pusat dalam orde kali...
 
>> index
JENAYAH
  Stop Proyek 'Aneh' DPR
Koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Uchok...
 
>> index
INTERNASIONAL
  Dua Ledakan di Masjid, 45 Tewas
Dua ledakan dahsyat mengguncang suatu masjid di ibukota Somalia, Mogadishu, Sabtu...
 
>> index
HOTLINE  

061-7883059

OBIS
  Tidur Tanpa Bra
Penyakit kanker payudara menjadi salah satu pembunuh nomor satu bagi wanita...
 
 Sebelumnya
 
  Hampir Cerai
  Bantah Cewek Fathonah
  Kesepian, Gunakan Alat Seks
 
OLAHRAGA ACEH
  Percasi Atam Gelar Kejuaraan Catur se-Aceh
ACEH TAMIANG - Pengurus Cabang Persatuan Catur Seluruh Indonesia...
 
>> index
Pemanfaatan naskah sebahagian/seluruhnya dari website ini, mohon mencantumkan kode url http://rakyataceh.com

Alamat Redaksi/Pemasaran/Iklan :
BANDA ACEH: DR. Mr. H. Muhammad Hasan, SP Batoh Banda Aceh, Tlp (0651) 35478

LHOKSEUMAWE: Jl. Baiturrahim No. 15 Tlp. (0645) 42538 Lancang Garam Lhokseumawe.


IP Anda: 54.226.5.29
| Lokasi: Tak dikenal- | Online: 10 User
Copyright © 2005 by