HEADLINE |
|
|
|
|
|
CAKRADONYA |
|
|
MALIKUSSALEH |
|
|
NAGGROE |
|
|
NASIONAL |
|
DO YOU KNOW? |
|
|
|
|
| |
 |
|
|
ARSIP REDAKSI PROFIL BUKU TAMU KONTAK HOME ePAPER |
Rakyat Aceh Online : OLAHRAGA ACEH - Fahrizal Dillah Absen Serbu Gawang PSMS
|
| |
Sabtu, 28 April 2012 | 10:20 Fahrizal Dillah Absen Serbu Gawang PSMS
Fahrizal Dillah harus rela tidak bisa memainkan aksinya pada laga Persiraja melawan PSMS Medan, di Stadion H. Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh, Sabtu (28/4) petang nanti. Striker Persiraja ini terpaksa absen dalam laga kandang Persiraja tersebut, karena mengalami cidera urat kaki sebelah kirinya. Cidera yang dialaminya saat membela Persiraja pada laga home (kandang ) Copa Indonesia versus Persikabo Bogor.
“Saat pertandingan dengan Persikabo, kan hujan, lapangan licin. Saat berebut bola tabrakan dengan pemain Persikabo Bogor. Urat kaki saya tertarik. Sudah diperiksa dokter dan harus istirahat dulu sampai pulih.
Jangankan berlari, jalan saja susah,” ujar Dillah sapaan akrabnya ketika dijumpai Rakyat Aceh, Jumat (27/4) pagi di mess Persiraja, Lampineung.
Sesuai saran dokter, sebutnya, untuk pemulihan, ia harus istirahat tidak bertandingan yaitu melawan PSMS di Stadion H. Dimurthala dan di kandang PSMS pekan depan, di Stdion Teladan Medan, “Cideranya tidak pengaruh tergadap karir sepakbola, insya Allah minggu depan sudah sembuh,” kata pemain yang menyuka gulai pliek U dan piza sebagai makanan favoritnya.
Padahal jika tidak mengalami cidera, gawang PSMS Medan menjadi incarannya untuk kembali mencetak gol .
Setelah dua pertandingan sebelumnya, di Stadion H Dimurthala, Dillah mencetak dua gol ke gawang Persiba Bantul dan satu gol ke jala Persikabo Bogor.
Tiga gol yang dikoleksinya itu, justru terjadi saat tempat pertandingan kandang Persiraja dari sebelumnya Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya dipindahkan ke Stadion H. Dimurthala, Lampineung.
Pemain yang memiliki postur tinggi 182 centi meter mengaku sangat mengenal sekali lapangan Stadion Dimurthala. “Saya latihan sepakbola sejak kecil di lapangan tersebut, ketika berlatih di sekolah sepakbola (SSB) Ban Timoh, tahun 2000. Mulai belajar sepakbola sampai menjalani latihan di Persiraja di lapangan Dimurthala,” jelasnya pemain memulai latihan sepakbola sejakmasih duduk di kelas 4 SD, ketika berusia 10 tahun.
Fahrizal Dillah mengaku, semua lapangan sama.” Sebelumnya timing belum tepat atau momen mencetak tidak dapat. Gol saya pertama di Dimurthala, sangat spesial karena bertepatan hari ulang saya yang ke-22,” ujar pemain kelahiran Banda Aceh, 16 April 1990 ini.
Bisa mencetak gol di base camp Persiraja, diakuinya bisa jadi karena mulai berlatih sepakbola juga di lapangan tersebut. “Mungkin ada tuahnya juga,” kata anak pertama dari empat bersaudara, buah cinta kasih pasangan Ubaidillah-Rusbaini, dengan nada sekenanya. (sud)
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Pemanfaatan naskah sebahagian/seluruhnya dari website ini, mohon mencantumkan kode url http://rakyataceh.com |
|
|