HEADLINE |
|
|
|
|
|
CAKRADONYA |
|
|
MALIKUSSALEH |
|
|
NAGGROE |
|
|
NASIONAL |
|
DO YOU KNOW? |
|
|
|
|
| |
 |
|
|
ARSIP REDAKSI PROFIL BUKU TAMU KONTAK HOME ePAPER |
Rakyat Aceh Online : Lhokseumawe - Ribuan Warga Sawang Masih Terisolir
|
| |
Sabtu, 28 April 2012 | 10:11 Ribuan Warga Sawang Masih Terisolir Akibat Belum Dibangun Jembatan Gantung
SAWANG- Sekitar 5.000 jiwa warga disejumlah gampong di Kecamatan Sawang, Aceh Utara, hingga saat ini masih terisolir. Hal itu disebabkan, aktifitas masyarakat disana setiap hari harus melewati sungai (Krueng) Sawang, yang menghubungkan Gampong Rambong Payong ke Gampong Lhok Bayu, sepanjang 100 meter.
Tidak hanya itu, sungai itu juga tembus ke Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen. Tentunya, jika sudah ada jembatan maka dapat memudahkan masyarakat untuk menurunkan hasil pertanian kepasar. Begitu juga, anak-anak sekolah dan petani selama ini merasa kesulitan untuk melewati alur sungai jika tingginya air sungai.
“Masyarakat disejumlah gampong di Kecamatan Sawang merasa kecewa kepada pemerintah, karena walaupun Indonesia sudah merdeka, tapi ribuan warga itu belum merasakan kemerdekaan,”ucap Mukim Sawang Selatan, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Mawardi, saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, kemarin. Kata dia, masih banyak banyak infrastruktur yang belum memadai akibat kurangnya penanganan pemerintah Aceh Utara, Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat.
Sebutnya, selama ini dirinya sudah banyak menerima pengaduan dari masyarakat terhadap kondisi masyarakat pedalaman Sawang, yang membutuhkan sarana jembatan gantung. Namun, belum ada respon positif dari Pemkab Aceh Utara, walaupun sudah pernah diajukan program jembatan melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten. “Ribuan warga yang melintas air Krueng Sawang, akibat belum ada jembatan gantung dari Gampong Babah Krueng, Rambong Payong, Lancok, Paya Rabo, Krueng Aji, Blang Manyak, Lhok Bayu, Kreung Baro dan Lhok Gajah,”terangnya. Menurutnya, jika air sungai deras maka warga yang bermukim disejumlah gampong itu terisolir dan tidak dapat melakukan aktifitas apapun, karena tidak bisa melewati sungai.
Sementara itu anggota DPR Kabupaten Aceh Utara, asal Kecamatan Sawang, M. Hasan alias Geuchik Hasan, saat dikonfirmasi Rakyat Aceh, Kamis (26/4), juga membenarkan kondisi masyarakat pedalaman sawang masih terisolir.“Jembatan gantung penghubung dari Gampong Rambong Payong ke Gampong Lhok Bayu, belum ada sehingga warga harus melawati alur sungai setiap hari dan termasuk anak sekolah harus buka sepatu,”cetusnya.
Sebut dia, dana untuk pembangunan jembatan gantung dari Rambong Payong- Lhok Bayu Kecamatan Sawang, sepanjang 100 meter, sudah ada alokasi dana dari APBK Aceh Utara tahun 2012 sebesar Rp 1,35 miliar. Namun, hingga berakhir bulan April ini belum ada tanda-tanda akan dibangun jembatan itu sebagai urat nadi masyarakat setempat. (arm)
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Pemanfaatan naskah sebahagian/seluruhnya dari website ini, mohon mencantumkan kode url http://rakyataceh.com |
|
|