HEADLINE
 

Polisi Bubarkan Konvoi Bulan Bintang
Meulaboh-Ratusan massa pendukung bendera bulan bintang asal Kabupaten Aceh Jaya, Kamis (16/5), sekira pukul 10.30 WIB, melakukan konvoi bendera ke Meulaboh,...

++Selengkapnya
>> index
CAKRADONYA
 

Pemko Bekasi Kunjungi Aceh Besar
Jantho –Walikota Bekasi Dr H Rahmat Effendi, dan rombongan Kamis (16/5) siang, mengunjungi Kota Jantho, ibukota Kabupaten Aceh Besar. Dalam kunjungan...

++Selengkapnya
>> index
MALIKUSSALEH
 
Terkait Penggusuran di Geudong

Warga Ancam Hadang Petugas Dengan Parang
GEUDONG- Puluhan masyarakat yang menempati lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Kedai Geudong, Kecamatan Samudra, Aceh Utara, mengancam akan...

++Selengkapnya
>> index
NAGGROE
 

Qanun Irigasi Disosialisasikan
IDI RAYEUK- Dinas Pengairan Aceh kini terus meningkatkan sosialisasi qanun No 4 tahun 2013 tentang Irigasi. Hal itu dilakukan untuk memahami...

++Selengkapnya
>> index
NASIONAL
 
Ributkan Qanun Nomor 3

Jatah Uang Migas 70 Persen Ditagih
JAKARTA - Para petinggi di Jakarta langsung terhenyak begitu Aceh menerbitkan Qanun nomor 3 Tahun 2013 tentang bendera Aceh, yang bentuknya...

++Selengkapnya
>> index
DO YOU KNOW?
 
>> index
 
"Orang mukmin itu pemimpin atas dirinya. Sesungguhnya ringanlah hisab atas suatu kaum yang menghisab dirinya di dunia.Dan sesungguhnya sukarlah hisab pada hari kiamat atas suatu kaum yang mengambil persoalan ini tanpa hisab" (Hasan Al Bashri)   Insya Allah jikalau hidup kita penuh manfaat dengan tulus ikhlas, maka kebahagiaan dalam bergaul dengan siapapun akan terasa nikmat, karena tidak mengharapkan sesuatu dari orang lain melainkan kenikmatan kita adalah melakukan sesuatu untuk orang lain (AA Gym)     
 ARSIP  REDAKSI   PROFIL  BUKU TAMU  KONTAK  HOME  ePAPER 
Rakyat Aceh Online :
  Kamis, 26 April 2012 | 10:15
Warga Miskin Butuh Perhatian Pemerintah

BLANGPIDIE-Tidak ada kata istirahat dan waktu bersama keluarga. Itulah yang dialami Syahiddan (40) warga Desa Ie Lhob Kecamatan Tangan-Tangan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) untuk bertahan hidup.
Setiap hari dibenak bapak tiga anak itu selalu bekerja dan bekerja. Hal itu dibuktikan setiap pulang dari kerja sebagai kuli pemanjat buah pala di pergunungan Ie Lhob dia harus mengayam keranjang ikan hingga malam hari.

Meski hidupnya cukup untuk makan, Syahiddan tidak menyerah. Setiap pulang dari hutan selalu membawa pulang rotan sebagai bahan baku pembuat keranjang ikan.
Dibawah himpitan ekonomi Syahiddan bersama istri Salbiah (35) tinggal disebuah rumah gubuk berukuran 3 x 4 berlantai tanah dan beratap rumbia. Namun demikan dirinya mengaku bahagia meski rumahnya berdiding kayu yang sudah lapuk.Saat disambrangi Rakyat Aceh, Syahiddan mengaku, upah dari bekerja sebagai tukang pemanjat buah pala hanya cukup untuk beli beras dan lauk pauk secukupnya. Itupun cukup dimakan untuk sehari saja. Sementara keranjang yang diayam setiap pulang kerja itu untuk membeli baju sekolah dan buku tulis anaknya.

Rumah yang dibangun bersama istrinya itu sangat sederhana. Hanya terlihat alat masak seadanya. Namun demikian dia terusa membesarkan anaknya dirumah yang tidak berlistrik. Diakui selama ini dirinya tidak memiliki simpanan uang untuk kebutuhan seminggu apalagi sebulan. Bila tidak bekerja dirinya mengaku harus berugantung kepada tetangga, apalagi pada musim hujan yang terus menerus.”Bila hujan saya tidak bisa memetik pala,” terangnya.

Bekerja sebagai kuli dirasakan sangat pedih apalagi pekerjaannya tergantung dengan orang lain, namun demikian harus dijalankan karena dirinya tidak memiliki sepetak tanah sawah termasuk tanah perkebunan. ”Saya yang ada hanya tanah rumah, itupun harta dari orang tua,” tuturnya.
Untuk itu dirinya berharap agar ada pihak yang bisa membantunya membangunkan rumah layak huni.”Bila saya berharap dari pekerjaan tidak mungkin bisa membangun rumah,” akuinya. Kondisi rumah yang sering bocor saat hujan tiba akibat dari atap rumbia yang sudah tua juga tampak mulai miring. Sebahagian diding banyak yang lapuk termasuk dapur hanya terbuat dari pelepah rumbia.
Diceritakan, sebelumnya sering orang datang mengambil foto rumah. Mareka mengaku datang dari berbagai lembaga akan menbangun rumahnya. Bukan saja di foto kondisi rumah tetapi data dan foto copi KTP juga diambil, namun hingga kini rumah tan kunjung dibangun.

Syahiddan berharap agar pemerintah daerah atau pihak lain bisa membantu dirinya membangun rumah layak huni secara gratis. (ria)

 
Cetak Berita Ini Berikan Tanggapan Kirim ke teman
  Baca Juga:
  Qanun Irigasi Disosialisasikan
  Qanun Irigasi Disosialisasikan
  Produksi Kopi Arabika 720 Kg per Hektar
  Musim Rendengan, Petani Harus Tanam Serentak
  Pasca Perahu Apung Dihantam Badai
Jasad Nelayan Abdya Ditemukan, 11 Masih Hilang

 


  Rakyat Diminta Awasi Pelayanan Publik
Pelayanan bermutu dan responsif merupakan target pemerintah pusat dalam orde kali...
 
>> index
JENAYAH
  Stop Proyek 'Aneh' DPR
Koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Uchok...
 
>> index
INTERNASIONAL
  Dua Ledakan di Masjid, 45 Tewas
Dua ledakan dahsyat mengguncang suatu masjid di ibukota Somalia, Mogadishu, Sabtu...
 
>> index
HOTLINE  

061-7883059

OBIS
  Tidur Tanpa Bra
Penyakit kanker payudara menjadi salah satu pembunuh nomor satu bagi wanita...
 
 Sebelumnya
 
  Hampir Cerai
  Bantah Cewek Fathonah
  Kesepian, Gunakan Alat Seks
 
OLAHRAGA ACEH
  Percasi Atam Gelar Kejuaraan Catur se-Aceh
ACEH TAMIANG - Pengurus Cabang Persatuan Catur Seluruh Indonesia...
 
>> index
Pemanfaatan naskah sebahagian/seluruhnya dari website ini, mohon mencantumkan kode url http://rakyataceh.com

Alamat Redaksi/Pemasaran/Iklan :
BANDA ACEH: DR. Mr. H. Muhammad Hasan, SP Batoh Banda Aceh, Tlp (0651) 35478

LHOKSEUMAWE: Jl. Baiturrahim No. 15 Tlp. (0645) 42538 Lancang Garam Lhokseumawe.


IP Anda: 23.22.212.158
| Lokasi: Tak dikenal- | Online: 15 User
Copyright © 2005 by