HEADLINE |
|
|
|
|
|
CAKRADONYA |
|
|
MALIKUSSALEH |
|
|
NAGGROE |
|
|
NASIONAL |
|
DO YOU KNOW? |
|
|
|
|
| |
 |
|
|
ARSIP REDAKSI PROFIL BUKU TAMU KONTAK HOME ePAPER |
Rakyat Aceh Online : Headline Focus - Premium Tembus Rp 13.000
|
| |
Sering Habis di SPBU Rabu, 25 April 2012 | 10:06 Premium Tembus Rp 13.000
GAYO LUES : Para pemilik kendaran bermotor, baik roda dua maupun mobil di Gayo Lues kini resah. Sering kali mereka tak bisa mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) karena telah habis. Langkanya premium kini melonjak tajam bahkan tembus Rp 13.000, perliternya.
Pantauan Rakyat Aceh, Selasa (24/4), pemilik kendaraan bermotor terlihat sering antri mendapatkan premiun di SPBU. Namun dalam waktu singkat, antrian memanjang bubar dengan alasan dari pihak SPBU minyak telah habis. Anehnya di kalangan pengecer, premium yang banyak terlihat di sekitar kawasan SPBU, premium dapat ditemukan dengan mudah.
Namun bila ingin mendapatkannya, pengendara bermotor harus merogoh kantongnya lebih dalam. Informasi dihimpun, jenis premium di GayoLues pada tingkat pengecer bertahan disekitaran Rp 10 ribu – Rp 13 ribu perliternya. Sementara pasokan BBM di SPBU hanya masuk sekitar 3 hari sekali, akibatnya banyak pemilik kendaraan harus berebut ketika pasokan masuk. Bila tak dapat juga, pengecer jadi pilihan terakhir,
Naiknya harga di tingkat pengecer dipicu langkanya bensin di SPBU, mengakibatkan para pengecer menjualnya dengan harga tinggi.
Mereka beralasan, bensin didapat dari luar daerah seperti Abdya dan Kutacane dibeli dengan harga jauh di atas harga subsidi. Ini sebabnya mereka menjual dengan harga tinggi pula. Akibat kelangkaan bensin di SPBU dan mahalnya penjualan bensin di tingkat pengecer, Usman, seorang penarik becak bermotor di Gayo Lues, sering mengalami kekecewaan. Lama antri di SPBU, namun tak juga mendapatkan bensin.“Karena tak dapat bensin, saya terpaksa beli dari pengecer walau dengan harga tinggi. Di pengecer dijual Rp 13 ribu perliternya. Bahkan pernah sampai Rp 15 ribu, itu karena dua hari tak ada pasokan bensin di SPBU,” ungkap Usman.
Meskipun harganya tinggi, dia terpaksa membelinya. “Terpaksa, kalau tak mau narik. Tapi otomatis keuntungan kami dapat pun menjadi berkurang. Kami berharap pasokan bensin di SPBU bisa lancar, supaya tidak terjadi kelangkaan bensin di GayoLues,” ujar Usman lagi. Sementara itu, Sofyan salah satu operator di SPBU Pengkalah menyebutkan, kelangkaan BBM karena adanya kendala jalan di Kuta Bulu. “Ada jalan yang rusak, akibatnya mobil tangki sering nginap di jalan hingga dua hari. Karena kerusakan jalan pasokan BBM masuk 3 hari sekali. Bila jalan normal pasokan BBM bisa seminggu 4 kali,” pungkas Sofyan.
Sementara pemerintah daerah surat edaran yang kepada pemimpin SPBU dan pongecer BBM di Gayo Lues telah memutuskan, pihak SPBU hanya diperbolehkan menyalurkan BBM kepada pengecer memiliki surat ijin dan bisa menunjukan aslinya. Yang tidak memiliki ijin hanya di perbolehkan maksimal 5 liter. Para pengecer hanya boleh menjual kepada masyarakat di wilayah Blangkejeren, Blangpegayon, Dabungelang, Rikit Gaib, Kuta Panjang, dan blangjerango dengan ketetapan harga Rp. 5500/liter. Untuk wilayah Kecamatan Terangon, Tripe Jaya, Putri Betung, Pining dan Pantan Cuaca dengan harga Rp. 6000./ liter.
Pengecer diminta membuat surat pernyataan kesanggupan, sesuai dengan harga yang ditetapkan, dan menandatangani di atas materai. Bagi pengecer yang tidak mematuhi ketentuan tersebut ijin akan dicabut. Bagi pengecer yang tidak memiliki ijin akan diproses sesuai undang-undang. (yud)
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Pemanfaatan naskah sebahagian/seluruhnya dari website ini, mohon mencantumkan kode url http://rakyataceh.com |
|
|