HEADLINE
 

Polisi Bubarkan Konvoi Bulan Bintang
Meulaboh-Ratusan massa pendukung bendera bulan bintang asal Kabupaten Aceh Jaya, Kamis (16/5), sekira pukul 10.30 WIB, melakukan konvoi bendera ke Meulaboh,...

++Selengkapnya
>> index
CAKRADONYA
 

Pemko Bekasi Kunjungi Aceh Besar
Jantho –Walikota Bekasi Dr H Rahmat Effendi, dan rombongan Kamis (16/5) siang, mengunjungi Kota Jantho, ibukota Kabupaten Aceh Besar. Dalam kunjungan...

++Selengkapnya
>> index
MALIKUSSALEH
 
Terkait Penggusuran di Geudong

Warga Ancam Hadang Petugas Dengan Parang
GEUDONG- Puluhan masyarakat yang menempati lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Kedai Geudong, Kecamatan Samudra, Aceh Utara, mengancam akan...

++Selengkapnya
>> index
NAGGROE
 

Qanun Irigasi Disosialisasikan
IDI RAYEUK- Dinas Pengairan Aceh kini terus meningkatkan sosialisasi qanun No 4 tahun 2013 tentang Irigasi. Hal itu dilakukan untuk memahami...

++Selengkapnya
>> index
NASIONAL
 
Ributkan Qanun Nomor 3

Jatah Uang Migas 70 Persen Ditagih
JAKARTA - Para petinggi di Jakarta langsung terhenyak begitu Aceh menerbitkan Qanun nomor 3 Tahun 2013 tentang bendera Aceh, yang bentuknya...

++Selengkapnya
>> index
DO YOU KNOW?
 
>> index
 
"Orang mukmin itu pemimpin atas dirinya. Sesungguhnya ringanlah hisab atas suatu kaum yang menghisab dirinya di dunia.Dan sesungguhnya sukarlah hisab pada hari kiamat atas suatu kaum yang mengambil persoalan ini tanpa hisab" (Hasan Al Bashri)   Insya Allah jikalau hidup kita penuh manfaat dengan tulus ikhlas, maka kebahagiaan dalam bergaul dengan siapapun akan terasa nikmat, karena tidak mengharapkan sesuatu dari orang lain melainkan kenikmatan kita adalah melakukan sesuatu untuk orang lain (AA Gym)     
 ARSIP  REDAKSI   PROFIL  BUKU TAMU  KONTAK  HOME  ePAPER 
Rakyat Aceh Online :
  Pasca Dipecat Sekolah
Senin, 23 April 2012 | 10:16
Kami Takut Pulang

SIGLI-Pasca dikeluarkan dari sekolanya di SMA Sukma Caleu Kecamatan Indra Jaya, Pidie, dua siswa asal Siemeulu masing Robi dan Ardiansyah kini nasibnya tidak jelas. Mereka kini luntang lantung dan terpaksa numpang di rumah temannya karena takut pulang kampung.
Pasca dari pemecatan itu, Ardiansyah dan Robi kawannya dari Simeuleu masih bertahan di Pidie dan Pidie Jaya dimana menunggu nasib tiada pasti. "Kami memohon kepada Sekolah agar mengizinkan kami ikut ujian susulan," ujar Ardiansyah yang ditemui Rakyat Aceh di rumah temannya yang juga ikut dipecat, Minggu (22/4).

Keduanya kemudian menceritakan, sejak dipecat mereka langsung dikeluarkan dari Asrama Sekolah. Oleh pihak yayasan mereka diberi masing-masing uang Rp 200.000 untuk pulang ke kampung mereka ke Simeuleu.
Shock dipecat oleh sekolah, mereka kemudian menelpon ke orang tuanya di kampung. Kontan suara tangis dari seberang telepon membahana menyuarakan kekecewaan dan nasib buruk dialami kedua siswa ini.

“Ini yang membuat kami down (lemas-red) dan tak berani. Selain kami jadi takut pulang, kami merasa tak berani melihat wajah orang tua yang kecewa karena anaknya tak bisa bersekolah lagi,” tukas Ardiansyah lagi hampir terisak. Ardiansyah mengatakan, pihak sekolah Sukma dinilai tidak adil dan melakukan pemecatan sepihak. Karena, sebelumnya ada salah satu siswa lainnya juga kedapatan menyontek, namun hanya mendapat peringatan dari sekolah. Sementara mereka baru kali ini melakukan kesalahan tapi tanpa peringatan, langsung dipecat. "Ini keadilan macam apa dan dikemanakan kemanusiaan?" tandasnya kesal.

Kata Ardiansyah, setidaknya mereka menyesal telah melakukan kesalahan akan tetapi kesalahan yang mereka lakukan seharusnya dapat imbalan yang impas karena mereka mengaku jujur. Di lain sisi Robi kepada Rakyat Aceh kemarin mengaku, mereka sangat terpukul atas kejadian itu sehingga sulit untuk pulang ke kampungya. Sebab setelah kejadian itu mereka berkomunikasi dengan orang tuanya dan mereka sangat kecewa terhadap anaknya. Padahal orang tua mereka berharap agar mereka cepat lulus dan akan kuliah. "Kami sangat malu sama orang tua kami dan nasib kami saat ini lontang lantung".jelasnya.

Tambah dia, semisal pihak sekolah mengampuni kesalahan yang dilakukan mereka maka sangatlah manusiawi, sebab mereka saat ini trauma takut pulang ke kampungnya masing-masing. Apa lagi mereka tidak bisa ikut ujian susulan, harapan mereka hanya paket C, namun tiga tahun sekolah berakhir dengan paket C dan itu sangat menyakitkan. "Kami mohon kepada semua pihak tolong bantu kami," pinta Robi.

Sementara itu Faulina ibu dari salah satu siswa yang dipecat warga Blok Sawah Kota Sigli kepada Rakyat Aceh kemarin, mengaku ikut prihatin dengan kejadian itu, namun dia menilai pihak sekolah terlalu kejam dengan aturan yang diterapkannya. Sebab penerapan aturan tanpa sosialisasi maka akan berdampak buruk bagi siswa-siswi. Bahkan pihak sekolah terkesan tidak peduli terhadap 11 siswa yang telah dipecat. "Ini perlu diperhatikan oleh semua pihak," pintanya. (mir).



 
Cetak Berita Ini Berikan Tanggapan Kirim ke teman
  Baca Juga:
  Polisi Bubarkan Konvoi Bulan Bintang
  Aceh Butuh Politik Pengakuan
  Terkait Usulan Pengajuan Caleg 120 Persen
Surat KIP Tak Digubris KPU
  Badai Kembali Mengganas, Boat Nelayan Karam Diterjang
  Tak Tuntut Merdeka
Aceh Ingin Seperti Macau
Ada 1 Komentar Pembaca Tentang Berita ini
Muhammad Nurdin | 24/04/12. 08:33:09
Ini dampak Negatif yang harus dipertimbangkan oleh Pimp.SMA Sukma, ....kenapa ngak di bina dulu, coba seandainya yang dipecat itu anak anda, bagaimana perasaan anda....manusiawikah itu ????
Peraturan harus ditegakkan, tapi jangan membabi buta dong...? SMA Gilaaaaaaaaaaa

 


  Rakyat Diminta Awasi Pelayanan Publik
Pelayanan bermutu dan responsif merupakan target pemerintah pusat dalam orde kali...
 
>> index
JENAYAH
  Stop Proyek 'Aneh' DPR
Koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Uchok...
 
>> index
INTERNASIONAL
  Dua Ledakan di Masjid, 45 Tewas
Dua ledakan dahsyat mengguncang suatu masjid di ibukota Somalia, Mogadishu, Sabtu...
 
>> index
HOTLINE  

061-7883059

OBIS
  Tidur Tanpa Bra
Penyakit kanker payudara menjadi salah satu pembunuh nomor satu bagi wanita...
 
 Sebelumnya
 
  Hampir Cerai
  Bantah Cewek Fathonah
  Kesepian, Gunakan Alat Seks
 
OLAHRAGA ACEH
  Percasi Atam Gelar Kejuaraan Catur se-Aceh
ACEH TAMIANG - Pengurus Cabang Persatuan Catur Seluruh Indonesia...
 
>> index
Pemanfaatan naskah sebahagian/seluruhnya dari website ini, mohon mencantumkan kode url http://rakyataceh.com

Alamat Redaksi/Pemasaran/Iklan :
BANDA ACEH: DR. Mr. H. Muhammad Hasan, SP Batoh Banda Aceh, Tlp (0651) 35478

LHOKSEUMAWE: Jl. Baiturrahim No. 15 Tlp. (0645) 42538 Lancang Garam Lhokseumawe.


IP Anda: 184.72.91.94
| Lokasi: Tak dikenal- | Online: 20 User
Copyright © 2005 by