HEADLINE |
|
|
|
|
|
CAKRADONYA |
|
|
MALIKUSSALEH |
|
|
NAGGROE |
|
|
NASIONAL |
|
DO YOU KNOW? |
|
|
|
|
| |
 |
|
|
ARSIP REDAKSI PROFIL BUKU TAMU KONTAK HOME ePAPER |
Rakyat Aceh Online : Headline - Aceh Selamat Lewati Dua Krisis
|
| |
Kunjungan Wapres Boediono Sabtu, 14 April 2012 | 10:23 Aceh Selamat Lewati Dua Krisis
BANDA ACEH – Wakil Presiden RI Boediono Jumat (13/4), melakukan kunjungan singkat ke Provinsi paling barat Indonesia guna memantau kondisi Aceh setelah Gempa bumi berkekuatan 8,5 Skala Richter mengguncang pada Rabu, 11 April kemarin. Wapres memberi selamat, Aceh mampu lewati dua krisis masalah, Pemilukada dan Gempa.
Wapres datang ke Aceh didampingi sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Jilid II seperti Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) HR. Agung Laksono, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh, Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif, Kepala BMKG Sri Woro Budiati Harijono dan Kepala BKKBN, Sugiri Syarief.
Boediono bersama rombongan tiba di Lanud SIM sekira pukul 08.15 WIB, kemudian langsung menuju Pendopo Gubernur Aceh untuk melakukan pertemuan dengan Penjabat gubernur Aceh Tarmizi A Karim dan unsur Muspida Aceh. Dalam kesempatan itu, Wapres menyampaikan, rasa syukurnya bahwa rakyat Aceh bisa melewati dua krisis peristiwa dengan baik sekali, pertama Pilkada dan kedua, gempa bumi. “Semoga saja, setelah rakyat Aceh melewati dua ujian dengan baik, itu menjadi pertanda Aceh akan maju pesat setelah ini,”ujarnya.
Bersama para menteri, dirinya menyampaikan akan ikut memberikan pandangan dan kontribusi bagi perbaikan lebih lanjut, terhadap apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak dari bencana yang notabene selalu bersama rakyat Indonesia.“Memang ini adalah pilihan nenek moyang kita untuk memilih Indonesia yang sebenarnya penuh dengan risiko bencana sebagai tempat tinggal kita semua,” ujarnya dalam kesempatan itu.
Maka itulah, semua pihak termasuk pemerintah tentunya dituntut untuk selalu siap dan waspada dalam menghadapi setiap risiko bencana yang akan terjadi, khususnya, masyarakat yang berdomisi di daerah rawan gempa akibat terjadinya persegeseran lempengan bumi seperti Sumatera bagian barat dan utara.
Terhadap peristiwa gempa bumi yang baru saja menimpa Aceh, Boediono pun meminta semua pihak untuk dapat mengambil pelajaran, terhadap apa yang menjadi masalah. Diatas kertas, Prosedur Operasional Standar (SOP) bagus, tapi, perlu dilihat sekali lagi, dengan realita yang terjadi dilapangan pada 11 April kemarin.
Dirinya pun memerintahkan, para ahli dibidangnya termasuk pemerintah daerah, melihat apa sebenarnya menjadi persoalan dan menjadikannya sebagai pembelajaran kedepan, seperti kepanikan warga, sirene tsunami yang tidak jalan.
Pengalaman musibah gempa Aceh, tentunya diharapkan menjadi pembelajaran bagi daerah – daerah lainnya di Indonesia di sepanjang daerah pantai barat pulau Sumatera, seperti Padang, Bengkulu Lampung dan barang kali juga Jawa Barat, apalagi kedepan akan ada potensi gempa megatrans Mentawai, seperti disampaikan Kepala BNPB.
“Pengalaman Aceh 11 April kemarin, bisa kita tarik pelajaran untuk menyiapkan diri lebih baik, bencana akan tiba, kita tidak tahu kapan dan berapa besarnya kita juga tidak tahu, akal manusia belum sampai kesana,” demikian pungkas Wapres. (slm).
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Pemanfaatan naskah sebahagian/seluruhnya dari website ini, mohon mencantumkan kode url http://rakyataceh.com |
|
|