HEADLINE
 
Penelusuran GeRAk Atas Kasus Korupsi 2007-2010
Selasa, 7 September 2010 | 09:56
Palu Hakim Bebaskan Empat Belas Terdakwa
BANDA ACEH–Kurun waktu tiga tahun (2007-2010), palu hakim telah membebaskan 14 terdakwa kasus korupsi. Dan yang paling banyak terjadi di Peradilan...

++Selengkapnya
>> index
Banda Aceh
 
>> index
Lhokseumawe
 
>> index
Nanggroe
 
>> index
Nasional
 
>> index
Opini
 
>> index
Tahukah Anda?
 
>> index
Rubrik Jumat
 
>> index
Topik Terhangat di Forum
 

Punya ide atau pemikiran baru tapi tak tersalurkan? atau punya masalah? Daripada Ngomong gak tentu arah, lebih baik omongin di sini:
Forum Rakyat Aceh
Bicara Apa Saja!


 
"Orang mukmin itu pemimpin atas dirinya. Sesungguhnya ringanlah hisab atas suatu kaum yang menghisab dirinya di dunia.Dan sesungguhnya sukarlah hisab pada hari kiamat atas suatu kaum yang mengambil persoalan ini tanpa hisab" (Hasan Al Bashri)   Insya Allah jikalau hidup kita penuh manfaat dengan tulus ikhlas, maka kebahagiaan dalam bergaul dengan siapapun akan terasa nikmat, karena tidak mengharapkan sesuatu dari orang lain melainkan kenikmatan kita adalah melakukan sesuatu untuk orang lain (AA Gym)     
 ARSIP  REDAKSI   PROFIL  BUKU TAMU  KONTAK  HOME  ePAPER 
Rakyat Aceh Online : Berita Utama - MDF Suntikkan Dana Hibah Rp 450 M
  Pembangunan di Bidang Ekonomi
Jumat, 30 Juli 2010 | 10:26
MDF Suntikkan Dana Hibah Rp 450 M

BANDA ACEH-Pemerintah Provinsi Aceh mendapatkan dana hibah senilai 50 juta dolar AS atau setara dengan Rp 450 miliar dari Multi Donor Faund (MDF).Meskipun dana hibah ini dikelola Pemerintah Aceh melalui APBN, namun mekanisme pelaksanaan dilapangan sepenuhnya dilaksanakan oleh sejumlah lembaga non pemerintah atau Non Goverment Organisasion (NGO).

Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Provinsi Aceh Iskandar, didampingi ekonom senior Bank Dunia, Enrique Blanco Armas dan para Deputi dari Bappenas dan Kementrian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) kepada wartawan, Kamis (29/7) menyebutkan, bila total dana 50 Juta Dolar AS ini, diimplementasikan lewat program fasilitas pendanaan pembangunan ekonomi atau economic Development Financing Facility (EDFF).

Dikatakannya, program yang sebenarnya telah dimulai sejak Januari 2009, dan akan berakhir pada Maret 2012 ini memiliki total alokasi dana senilai 50 juta dolar AS, dan total dana ini terdiri atas dua komponen,

yakni pertama dialokasikan bagi fasilitas pembiayaan implementasi sub - proyek di bidang ekonomi yaitu senilai 44,5 juta dolar AS, dan yang kedua sisanya senilai 5,5 juta dolar AS diperuntukkan sebagai dana fasilitas dan peningkatan kapasitas bagi staf pemerintah Aceh dan Kementrian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT).

Dia menjelaskan bahwa EDFF dirancang untuk mendukung dan sesuai dengan Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekontruksi Daerah dan Undang - undang pemerintahan Aceh, dan juga Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan penciptaan lapangan kerja di seluruh Aceh.

Bantuan bagi peningkatan pembangunan perekonomian Aceh ini, kata Iskandar, tidak diberikan langsung kepada masyarakat dalam bentuk uang tunai, melainkan melalui pendanaan sub - proyek yang dilaksanakan oleh lembaga - lembaga pelaksana yang telah dipilih sebelumnya berdasarkan proses seleksi proposal.

Sebagaimana diketahui, sesuai dengan mekanisme pelaksaan APBN yang diatur berdasarkan surat keputusan Menteri Keuangan, maka dalam hal pelaksanaan kegiatan Aceh - EDFF ini dikelola secara on budget on treasury, artinya dicatat pada APBN bagian anggaran Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal dan disalurkan melalui Bendahara umum Negara (BUN).

"Ini program baru dalam model pendanaan pembangunan ekonomi di Indonesia dan Aceh yang pertama menerapkannya. Pengelolaan harian proyek dipercayakan sepenuhnya pada project management unit (PMU) yang bekerja melalui kantor Bapeda Aceh"ujarnya.

Proyek EDFF ini, juga melibatkan beberapa lembaga pemerintahan baik tingkat pusat maupun Provinsi. Dalam hal ini, Bappenas bertanggung jawab atas perencanaan, evaluasi proyek serta bertanggung jawab atas pengelolaan anggaran pendampingan.

Sementara KPDT bertanggung jawab atas pelaksana anggaran secara keseluruhan termasuk pengajuan Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) serta monitoring dan evaluasi secara keseluruhan.

Kecuali itu, pemerintah pusat juga telah berkomitmen dalam menuntaskan dan mempercepat pembangunan Aceh, "Hal ini dibuktikan dengan rancangan rencana aksi kesinambungan Rekontruksi Aceh yang sudah dibuat oleh Bappnas,"jelas Direktur kawasan Khusus dan Daerah tertinggal Bappenas Dr Suprayoga Hadi yang diwakili oleh Ir Totong Gunantili.

Untuk mendukung upaya tersebut, MDG Aceh - Nias sebagai salah satu organisasi multilateral yang mengumpulkan dana dari berbagai negara donor, tetap berkomitmen membantu program kesinambungan rekontruksi Aceh hingga 2012 mendatang. (slm)

 
Cetak Berita Ini Berikan Tanggapan Kirim ke teman
  Baca Juga:
  Jelang Idul Fitri
Tim Gabungan Razia Parsel
  Tekad Polda Aceh Tuntaskan Kasus Tipikor
  Empat Begundal Bersenpi Menyaru Tamu
Rumah Kabag Kesra Lhokseumawe Dijarah
  Setahun Buron dan Terlibat Kasus Pencabulan Pembantu
Diciduk di Langkat, Mantan Ketua ATCW Gol
  Aksi Kriminal Jelang Lebaran
Perampok Bersenpi Gasak Pengusaha Properti

JENAYAH
  Lebaran Tak Boleh Gunakan Fasilitas Negara
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan, pemanfaatan fasilitas negara oleh pejabat publik...
 
>> index
BERITA FOTO

Razia Parsel
HOTLINE  

061-7883059

SELEBRITA
  Sehidup Semati dengan Raul
Krisdayanti (KD) mantab berhubungan dengan Raul Lemos. Bahkan, mantan istri Anang Hermansyah itu yakin akan sehidup semati dengan Raul....
 
 Sebelumnya
 
  Siap Ditagih Angpao
  Minder Jadi Orang Indonesia
  Mesra Dicium Dhani
 
OLAHRAGA ACEH
  Kontingen Lhokseumawe Empat Besar
LHOKSEUMAWE-Hasil akhir perolehan medali di kejuaraan Porprov XI di Kabupaten Bireun,...
 
>> index
IKLAN

Situs Berita Harian Sumut Pos




Pemanfaatan naskah sebahagian/seluruhnya dari website ini, mohon mencantumkan kode url http://rakyataceh.com
Redaksi: Jl. Panglima Nyak Makam No.39
Banda Aceh Telp. 0651-7422484

IP Anda: 38.107.191.89
| Lokasi: US-UNITED STATES- | Online: 15 User
Copyright © 2005 by