"Orang mukmin itu pemimpin atas dirinya. Sesungguhnya ringanlah hisab atas suatu kaum yang menghisab dirinya di dunia.Dan sesungguhnya sukarlah hisab pada hari kiamat atas suatu kaum yang mengambil persoalan ini tanpa hisab" (Hasan Al Bashri) Insya Allah jikalau hidup kita penuh manfaat dengan tulus ikhlas, maka kebahagiaan dalam bergaul dengan siapapun akan terasa nikmat, karena tidak mengharapkan sesuatu dari orang lain melainkan kenikmatan kita adalah melakukan sesuatu untuk orang lain (AA Gym)
ARSIP REDAKSI PROFIL BUKU TAMU KONTAK HOME ePAPER
Rakyat Aceh Online : Berita Utama - Pohon Terakhir Dinaiki, Sejak Kaki Terluka
Pemanjat Kelapa Dibunuh Semut Jumat, 30 Juli 2010 | 10:14 Pohon Terakhir Dinaiki, Sejak Kaki Terluka BLANGPIDIE-Kini almarhum Adnan (50) sudah diantar ke liang kubur. Pria tersebut tewas usai digigit ribuan semut rang-rang, saat memanjat batang kelapa. Maut menjemputnya ketika menaiki pohon terakhir itu, setelah beristirahat beberapa bulan akibat kakinya yang terluka sabetan parang.
Kepada Metro Aceh yang menemui anak korban, Rahmat (25) anak tertua dari tiga bersaudara di rumah duka menuturkan, sangat kehilangan orang tuanya. ”Saya bagaikan tidak percaya, tapi takdir sudah menentukan kita harus bagaimana, “ujarnya didampingi sang adek, Faisal (18).
Rasa kehilangan sangat terpancar dari wajah pemuda yang selama ini bekerja sebagai guru SD di Alue Padee, Kecamatan Kuala Batee. Apalagi sebelum orang tuanya tewas, tidak pernah bertingkah aneh dari biasa, termasuk menyampaikan kata-kata petuah.
“Saya pada Selasa (27/7) kemarin sempat meminta pinjam sepeda motor kepadanya. Langsung saja diberikan tanpa ada reaksi atau tingkah yang aneh,” ceritanya.
Kebiasaan orang tuanya memanjat kelapa, sebenarnya sudah berhenti beberapa bulan sejak kakinya terluka terkena parang. Lalu aktifitas beralih sebagai tukang kebun.
“Sejak kaki terluka, ayah berhenti memanjat kelapa. Namun entah mengapa di hari yang naas itu ayah mau dan menerima tawaran tersebut,” ujarnya. Sementara ibu Nurmani ( 44) pemilik kepala yang dijumpai dirumah duka Kamis (29/7) mengakui Adnan saat menaiki kelapa miliknya dalam keadaan sehat.”Tidak ada tanda-tanda yang aneh sebelum naik,” terangnya.
Namun jelasnya, sesaat diatas pohon Adnan mulai menunjukkan tingkah aneh, apalagi sewaktu berkomunikasi dengan putrinya dari atas pohon kepala.
Adnan terlihat ceria dan bersemangat ketika anak saya meminta kelapa muda.”Nyan kaminah diyup bak u” ngoh hana entek punah, (Tolong menyinggkir dari pohon kelapa agar tidak mati),” meniru ucapan Adna sebelum meninggal.
Dirinya juga mengakui sempat tidak percaya saat menerima kabar bahwa Adnan kaku diatas pohon kelapa.”Saya sempat tidak percaya karena sebelum berangkat dari rumah saya sempat berbicara dengannya yang sedang berada diatas pohon kelapa,” terangnya.
Kepada Metro Aceh Nurmani mengaku sangat kehilangan, karena Adnan yang sudah dianggap sebagai ayah meninggal dengan tidak wajar.(man)
JENAYAH
BERITA FOTO
SELEBRITA
OLAHRAGA ACEH
IKLAN
Pemanfaatan naskah sebahagian/seluruhnya dari website ini, mohon mencantumkan kode url http://rakyataceh.com