"Orang mukmin itu pemimpin atas dirinya. Sesungguhnya ringanlah hisab atas suatu kaum yang menghisab dirinya di dunia.Dan sesungguhnya sukarlah hisab pada hari kiamat atas suatu kaum yang mengambil persoalan ini tanpa hisab" (Hasan Al Bashri) Insya Allah jikalau hidup kita penuh manfaat dengan tulus ikhlas, maka kebahagiaan dalam bergaul dengan siapapun akan terasa nikmat, karena tidak mengharapkan sesuatu dari orang lain melainkan kenikmatan kita adalah melakukan sesuatu untuk orang lain (AA Gym)
ARSIP REDAKSI PROFIL BUKU TAMU KONTAK HOME ePAPER
Rakyat Aceh Online : Berita Utama - Bocah Kritis Tertembak Senapan Angin
Jumat, 30 Juli 2010 | 10:07 Bocah Kritis Tertembak Senapan Angin Saat Bermain dengan Teman MEDAN-Kejadian ini mungkin bisa menjadi perhatian bagi orangtua, agar lebih berhati-hati mengawasi permainan anaknya. Seperti yang terjadi di Kabupaten Nias Selatan, seorang bocah berusia 10 tahun, kritis setelah kepalanya tertembak senapan angin saat bermain-main bersama temannya.
Minimnya peralatan medis di Nias hingga tidak mampu mengeluarkan peluru yang masih bersarang di kepalanya, korban Yan Solid Hia akhirnya terpaksa dirujuk ke Medan. Korban kini masih terbaring lemah di Rumah Sakit Umum Pirngadi (RSUP) Medan, menunggu jadwal operasi pengangkatan proyektil.
Korban kini hanya bisa terbaring lemah di ruang perawatan anak kelas 3 di RSUP Medan. Tiada lagi keceriaan di wajah bocah yang masih duduk di kelas lima sekolah dasar di Kecamatan Teluk Dalam Nias Selatan ini. Kini ia harus berjuangan dengan maut untuk bisa pulih kembali dari sakit yang dideritanya.
Sejak dirujuk kemarin, putra pasangan Fama Haisi Hia (39) dan Rimae Nalai (35) ini langsung menjalani perawatan intensif. Bahkan bocah malang ini terpaksa mendapatkan infus secara rutin untuk membantu tubuhnya yang tak berdaya.
Rimae nalai, sang ibu pun yang setia terus mendampinginya, tak kuasa menahan kesedihan melihat kondisinya putranya. Sayang saat dikonfirmasi, wanita ini tak bisa bertutur dengan Bahasa Indonesia.Fama Haisi Hia kepada wartawan mengatakan, peristiwa yang menimpa anaknya terjadi di rumahnya beberapa saat ia pulang sekolah.
Saat itu korban sedang makan siang di rumahnya, Desa Telukdalam, Gunungsitoli, Nias Selatan, usai pulang sekolah. Ketika itu, Firman (teman bermain Yan Solid) yang memang sering bermain ke rumah korban, langsung mengambil senapan angin yang tersangkut di dinding rumah.
Awalnya dia hanya sekedar menakut-nakuti saja, namun tiba-tiba senapan angin itu meletus sementara Yan Solid yang berada di depan menjerit karena pelipis kananya bocor terkena peluru.“Biasanya senapan itu selalu ku bawa kalau pergi ke sawah. Tapi kemarin itu aku lupa. Aku tak tahu harus bagaimana, karena ini musibah,” ujar Fama Haisi Hia.
Humas RSUP Medan Edison Peranginangin mengungkapkan, untuk menangani korban, pihaknya akan membentuk tim. Ini mengingat kondisi Yan Solid yang cukup rentan. Sebagai tahap awal, kini tim medis akan memfokuskan pada pengeluaran peluru yang masih bersarang di kepala korban.
“Kita masih memantau kondisinya sampai stabil dulu baru kemudian akan dilakukan operasi,” tukas Peranginangin. Dia juga mengatakan, pihaknya sudah menscaning, poto dan periksa darah. Direncanakan, Jumat (30/7),Yan dioperasi.
"Sekarang kita sudah mendapatkan hasil scaning dan peluru masih bersarang di kepalanya. Rencana siang ini kita lakukan penjadwalan operasi agar Yan bisa dioperasi besoknya," pungkasnya. (min)
JENAYAH
BERITA FOTO
SELEBRITA
OLAHRAGA ACEH
IKLAN
Pemanfaatan naskah sebahagian/seluruhnya dari website ini, mohon mencantumkan kode url http://rakyataceh.com