HEADLINE
 
Penelusuran GeRAk Atas Kasus Korupsi 2007-2010
Selasa, 7 September 2010 | 09:56
Palu Hakim Bebaskan Empat Belas Terdakwa
BANDA ACEH–Kurun waktu tiga tahun (2007-2010), palu hakim telah membebaskan 14 terdakwa kasus korupsi. Dan yang paling banyak terjadi di Peradilan...

++Selengkapnya
>> index
Banda Aceh
 
>> index
Lhokseumawe
 
>> index
Nanggroe
 
>> index
Nasional
 
>> index
Opini
 
>> index
Tahukah Anda?
 
>> index
Rubrik Jumat
 
>> index
Topik Terhangat di Forum
 

Punya ide atau pemikiran baru tapi tak tersalurkan? atau punya masalah? Daripada Ngomong gak tentu arah, lebih baik omongin di sini:
Forum Rakyat Aceh
Bicara Apa Saja!


 
"Orang mukmin itu pemimpin atas dirinya. Sesungguhnya ringanlah hisab atas suatu kaum yang menghisab dirinya di dunia.Dan sesungguhnya sukarlah hisab pada hari kiamat atas suatu kaum yang mengambil persoalan ini tanpa hisab" (Hasan Al Bashri)   Insya Allah jikalau hidup kita penuh manfaat dengan tulus ikhlas, maka kebahagiaan dalam bergaul dengan siapapun akan terasa nikmat, karena tidak mengharapkan sesuatu dari orang lain melainkan kenikmatan kita adalah melakukan sesuatu untuk orang lain (AA Gym)     
 ARSIP  REDAKSI   PROFIL  BUKU TAMU  KONTAK  HOME  ePAPER 
Rakyat Aceh Online : Banda Aceh - Warga Pemilik Lahan Tutup SMKN 3 Peureulak
  Ganti Rugi Tanah Tak Tuntas
Rabu, 28 Juli 2010 | 10:12
Warga Pemilik Lahan Tutup SMKN 3 Peureulak

PEUREULAK- Akibat tuntutan ganti rugi tanah tidak kunjung diselesaikan dan berlarut-larut, akhirnya sebanyak 12 warga pemilik lahan lokasi pembangunan gedung SMKN 3, Selasa (27/7), di Desa Seuneubok Rawang, Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur, menyegel dan menyita kunci rumah sekolah tersebut.

Sebelum aksi penutupan dilakukan, pemilik tanah sudah lebih dulu memperingatkan kepala sekolah untuk segera mengosongkan gedung sekolah yang selesai dibangun pada Desember 2009 itu. Sementara siswa/i di sana kini terpaksa eksodus belajar ke lokasi sekolah lain. Sementara Proses Belajar Mengajar (PBM) di sekolah itu lumpuh.

Amatan koran ini kemarin, Gedung sekolah itu kini terlihat sepi bahkan, di dinding kaca juga tertempel maklumat pemberitahuan proses mengajar dipindah ke lokasi lain. Dilokasi sekolah itu yang ada hanya seorang penjaga sekolah.

Menurut penjaga sekolah, sehari sebelumnya dirinya telah diberitahukan oleh kepala sekolah Zaharni SPd, bahwa sekolah akan dikosongkan untuk sementara waktu berdasarkan peringatan pemilik lahan.

Sejumlah pemilik lahan mengatakan, mereka terpaksa melakukan tindakan penutupan sekolah, karena kesal karena tuntutan mereka tidak kunjung dijawab oleh Pemkab Aceh Timur melalui dinas pendidikan setempat. Bahkan, hal itu juga dipicu akibat adaya pernyataan kepala dinas di media massa, bahwa tanah warga itu merupakan sumbangan.

“Kami tak pernah kami buat surat, bahwa tanah itu sebagai tanah hibah atau tanah yang diserahkan secara swadaya oleh masyarakat. Yang ada, adalah kami atas nama pemilik tanah membuat pernyataan melalui camat ketika itu, tanah tersebut dijual, ” ujar Muzakkir, salah seorang pemilik lahan.

Zakir bersama pemilik tanah lainnya mengaku, sampai sejauh ini pihak dinas terkait belum juga menemui warga guna mencari jalan keluar terkait satatus tanah itu, katanya, warga sangat menginginkan dinas melakukan dialog dengan pemilik tanah dan menjelaskan kapan kepastian tanah mereka akan dibayar.

“Semantara ini kuncinya juga sudah kami sita, tidak boleh ada aktivitas apa- apa sebelum semuanya diselesaikan dengan baik,” jelas Muzakir.Katanya pemerintah melalui dinas terkait, harus segera membuat satu kesepakatan yang jelas mengenai masa depan sekolah tersebut.

"Kami mau tanah itu dapat diganti rugi secepatnya agar segala aktivitas sekolah dapat berlangsung lagi, kami selaku warga tetap menghargai pendidikan, tapi kami tetap tidak mau dirugikan,” katanya.

Dia menyebutkan lokasi pembangunan sekolah seluas dua hektare, dengan 12 orang pemiliknya, diantaranya Muzakkir, Nurdin, Hamdan, Asnawi, Ishak, Keuchik Rusli Hasyem, Husein, Muhammad, Usman, Zulkifli, Badriah, dan Razali Badai.

“Tidak mungkin tanaha itu kami serahkan cuma-cuma, padahal kami telah buat surat pernyataan bersedia dijual tanah. Lagi pula tanah ini merupakan tanah warisan kami, jelas tak mungkin kami berikan secara cuma- cuma begitu begitu saja tanpa ada ganti rugi ” sebut Hamdan.

Akan Dikoordinasikan
Secara terpisah, Sekda Aceh Timur, Syaifannur SH MM, kepada wartawan mengatakan, permohonan ganti tanah sekolah SMKN 3 Peureulak Timur baru diajukan akhir 2010.

“Kita akan kordinasi lagi dengan dinas terkait. Kalau memungkinkan secara mekanisme anggaran dalam perubahan, maka akan kita usulkan. Tetapi jika tidak, maka diusulkan dalam anggaran 2011,” ujar Sayifannur singkat. (mag-32).

 
Cetak Berita Ini Berikan Tanggapan Kirim ke teman
  Baca Juga:
  63 Korban Konflik dan Tsunami Khitanan Gratis
  H-4 Idul Fitri
Penjualan Tiket Pesawat Masih Tersedia
  Amankan Mudik
Poltabes Kerahkan 116 Personil
  Amankan Arus Mudik Pakai Sniper
  Antisipasi Kecelakaan Mudik
Sopir Wajib Tes Urine

JENAYAH
  Lebaran Tak Boleh Gunakan Fasilitas Negara
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan, pemanfaatan fasilitas negara oleh pejabat publik...
 
>> index
BERITA FOTO

Razia Parsel
HOTLINE  

061-7883059

SELEBRITA
  Sehidup Semati dengan Raul
Krisdayanti (KD) mantab berhubungan dengan Raul Lemos. Bahkan, mantan istri Anang Hermansyah itu yakin akan sehidup semati dengan Raul....
 
 Sebelumnya
 
  Siap Ditagih Angpao
  Minder Jadi Orang Indonesia
  Mesra Dicium Dhani
 
OLAHRAGA ACEH
  Kontingen Lhokseumawe Empat Besar
LHOKSEUMAWE-Hasil akhir perolehan medali di kejuaraan Porprov XI di Kabupaten Bireun,...
 
>> index
IKLAN

Situs Berita Harian Sumut Pos




Pemanfaatan naskah sebahagian/seluruhnya dari website ini, mohon mencantumkan kode url http://rakyataceh.com
Redaksi: Jl. Panglima Nyak Makam No.39
Banda Aceh Telp. 0651-7422484

IP Anda: 38.107.191.85
| Lokasi: US-UNITED STATES- | Online: 8 User
Copyright © 2005 by