HEADLINE |
|
|
|
|
|
CAKRADONYA |
|
|
MALIKUSSALEH |
|
|
NAGGROE |
|
|
NASIONAL |
|
DO YOU KNOW? |
|
|
|
|
| |
 |
|
|
ARSIP REDAKSI PROFIL BUKU TAMU KONTAK HOME ePAPER |
Rakyat Aceh Online : Berita Utama - RAPBD Defisit Rp17 M
|
| |
Jumat, 2 Februari 2007 RAPBD Defisit Rp17 M
BANDA ACEH-Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Banda Aceh yang mulai dibahas, Kamis (1/2), mengalami defisit sebesar Rp 17,2 milyar.
Penjabat Walikota Banda Aceh Drs Razaly Yussuf saat memberikan kata sambutan pada acara pembukaan Rapat Panitia Anggaran DPRD Kota Banda Aceh yang membahas Nota Keuangan tentang RAPBD tahun 2007 mengatakan, pendapatan daerah direncanakan berjumlah Rp 460,7 miliar yang berasal dari pendapatan asli daerah (PAD) Rp 22,5 miliar, dana perimbangan Rp 370,7 miliar, dan pendapatan daerah lainnya sah Rp 67,5 miliar.
Untuk belanja daerah tahun anggaran ini direncanakan Rp 477,9 miliar dengan rincian belanja tidak langsung direncanakan Rp 219,3 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp 195,5 miliar dipakai untuk belanja pegawai dan Rp 16,2 miliar digunakan untuk belanja bantuan sosial serta selebihnya dipakai untuk keperluan lainnya.
Sementara, belanja tidak langsung dianggarkan Rp 258,6 miliar. Rp 50,8 miliar dipakai untuk belanja pegawai termasuk untuk pembayaran gaji pegawai non pegawai negeri sipil (PNS), tenaga honorer, sukarela, tenaga harian, upah perangkat kelurahan dan gampong serta kemukiman dan pembayaran pengelola teknis kegiatan.
Walaupun mengalami defisit, kata Razaly, jika dibandingkan tahun anggaran yang lalu, maka penerimaan APBD 2007 meningkat Rp 13,4 miliar dari APBD murni tahun anggaran 2006 sebesar Rp 6,6 miliar. "Kenaikan yang cukup signifikan dalam rencana penerimaan pendapatan asli daerah tahun anggaran 2007 ini dikarenakan adanya berbagai upaya yang ditempuh pemerintah Kota Banda Aceh," kata dia.
Penjabat Walikota itu menambahkan, selama ini Pemko telah berupaya menggali berbagai sumber pendapatan asli daerah, baik melalui intensifikasi dan ekstensifikasi maupun perubahan dan revisi qanun yang mengatur tentang sumber pendapatan asli daerah. "Kami juga berupaya menggali sumber penerimaan baru," sebutnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Banda Aceh H Muntasir Hamid menjelaskan, dalam pembahasan RAPBD kali, dewan bersikap lebih hati-hati dengan memegang pada prinsip-prinsip disiplin anggaran. "Kami berusaha membuka mata dan telinga selebar-lebarnya serta mengarahkan segenap kemampuan untuk dapat memastikan produk APBD tahun ini lebih maksimal serta sesuai harapan dan aspirasi warga kota," ujarnya.
Selain itu, tambah dia, APBD Kota Banda Aceh tahun 2007 harus menjadi cerminan dan sense of crisis serta rasa keprihatinan sekaligus stimulan rohani terhadap kondisi sosial kemasyarakatan dewasa ini. "Masih banyak warga kota belum memperoleh kehidupan layak setelah musibah tsunami," sebut dia.
Oleh kareanya, dewan akan berusaha agar APBD tahun ini harus benar-benar efektif dan efisien serta memperlihatkan political will. "Mudah-mudahan APBD kali ini benar-benar memihak kepada kepentingan publik," harap politisi Partai Golkar ini.(mag-11)
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Pemanfaatan naskah sebahagian/seluruhnya dari website ini, mohon mencantumkan kode url http://rakyataceh.com |
|
Alamat Redaksi/Pemasaran/Iklan :
BANDA ACEH: DR. Mr. H. Muhammad Hasan, SP Batoh Banda Aceh, Tlp (0651) 35478
LHOKSEUMAWE: Jl. Baiturrahim No. 15 Tlp. (0645) 42538 Lancang Garam Lhokseumawe.
|
IP Anda: 50.19.155.235 | Lokasi: Tak dikenal- Database INSERT Error | | |