HEADLINE
 

Polisi Bubarkan Konvoi Bulan Bintang
Meulaboh-Ratusan massa pendukung bendera bulan bintang asal Kabupaten Aceh Jaya, Kamis (16/5), sekira pukul 10.30 WIB, melakukan konvoi bendera ke Meulaboh,...

++Selengkapnya
>> index
CAKRADONYA
 

Pemko Bekasi Kunjungi Aceh Besar
Jantho –Walikota Bekasi Dr H Rahmat Effendi, dan rombongan Kamis (16/5) siang, mengunjungi Kota Jantho, ibukota Kabupaten Aceh Besar. Dalam kunjungan...

++Selengkapnya
>> index
MALIKUSSALEH
 
Terkait Penggusuran di Geudong

Warga Ancam Hadang Petugas Dengan Parang
GEUDONG- Puluhan masyarakat yang menempati lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Kedai Geudong, Kecamatan Samudra, Aceh Utara, mengancam akan...

++Selengkapnya
>> index
NAGGROE
 

Qanun Irigasi Disosialisasikan
IDI RAYEUK- Dinas Pengairan Aceh kini terus meningkatkan sosialisasi qanun No 4 tahun 2013 tentang Irigasi. Hal itu dilakukan untuk memahami...

++Selengkapnya
>> index
NASIONAL
 
Ributkan Qanun Nomor 3

Jatah Uang Migas 70 Persen Ditagih
JAKARTA - Para petinggi di Jakarta langsung terhenyak begitu Aceh menerbitkan Qanun nomor 3 Tahun 2013 tentang bendera Aceh, yang bentuknya...

++Selengkapnya
>> index
DO YOU KNOW?
 
>> index
 
"Orang mukmin itu pemimpin atas dirinya. Sesungguhnya ringanlah hisab atas suatu kaum yang menghisab dirinya di dunia.Dan sesungguhnya sukarlah hisab pada hari kiamat atas suatu kaum yang mengambil persoalan ini tanpa hisab" (Hasan Al Bashri)   Insya Allah jikalau hidup kita penuh manfaat dengan tulus ikhlas, maka kebahagiaan dalam bergaul dengan siapapun akan terasa nikmat, karena tidak mengharapkan sesuatu dari orang lain melainkan kenikmatan kita adalah melakukan sesuatu untuk orang lain (AA Gym)     
 ARSIP  REDAKSI   PROFIL  BUKU TAMU  KONTAK  HOME  ePAPER 
Rakyat Aceh Online : OPINI - Santri Tetap Cinta Kiai
  Rabu, 22 Juli 2009 | 08:59
Santri Tetap Cinta Kiai
Oleh M. Za'imuddin W. As'ad

Setelah ''pesta demokrasi'' berlangsung, media massa bertabur komentar bernada gugatan terhadap peran ulama atau kiai di dua ormas Islam, NU dan Muhammadiyah, yang ''ternyata'' tidak cukup effektif memengaruhi jamaah atau santrinya memilih capres yang mereka dukung. Sebagai santri, saya tidak ingin terjebak untuk menghakimi, apakah yang mereka lakukan salah atau benar. Sebab, sebagaimana warga negara yang lain, ulama atau kiai memiliki hak politik yang sama untuk menyuarakan aspirasi sesuai pertimbangan mereka yang dijamin undang-undang.

Karena itu, yang justru patut dicari jawabannya adalah mengapa jamaah atau santri tidak lagi sami'na wa atho'na, mendengar dan mematuhi kiai mereka?

Idola Santri

Seorang kiai atau ulama adalah pewaris para nabi (al ulamau warasat al ambiya). Maka, dalam komunitas Islam yang membutuhkan penjaga ajaran Nabi Muhammad SAW, representasi nabi disosokkan dalam figur seorang pemuka agama atau ulama yang di tiap daerah memiliki sebutan atau gelar berbeda-beda: Kiai, Tuan Guru, Ajengan, Bendara, dll.

Untuk mendapatkan gelar itu, tidak ada jenjang pendidikan formal. Masyarakatlah yang akan memberikan gelar honoris causa tersebut atas dasar kepatutan sikap dan penguasaan ilmu diniyah (keislaman) serta -ini yang mempersempit peluang orang biasa mendapatkan gelar tersebut- garis keturunan. Dengan demikian, seorang penyandang gelar kiai biasanya memiliki tiga keunggulan sekaligus; berakhlak mulia, berilmu agama tinggi, dan bernasab "baik".

Karena beberapa keunggulan tersebut, jadilah dia seorang "patron" yang dicintai sekaligus dihormati para santri, yang oleh Clifford Geertz disebut sebagai komunitas Islam taat itu. Kecintaan mereka begitu kental sehingga bila bersalaman selalu mencium tangan kiai, bahkan untuk masyarakat tertentu di kedua sisi tangan mereka. Rasa hormat yang tinggi ditunjukkan dengan keengganan untuk bicara sebelum mereka bertanya dan tidak berani menghadap bila merasa pakaiannya tidak pantas. Seandainya bertamu pun, seorang santri yang mendapati pintu rumah kiai tertutup tidak akan mengetuknya, melainkan menanti hingga kiai mios (keluar).

Belum lagi adanya keyakinan para santri bahwa dengan kadar "kedekatan" (taqorrub) para kiai yang tinggi kepada Tuhan, doa mereka selalu dikabulkan-Nya. Dengan demikian, ketika santri sedang memendam hajat, mereka akan memohon bantuan doa para kiai agar hajatnya terwujud. Dari profil kiai yang nyaris sempurna dalam menggabungkan domain dunia dan akhirat sekaligus itu, wajarlah bila di mata dan hati santri, sesungguhnya kiai adalah figur yang mereka idolakan dengan penuh cinta.

Cinta Santri

Salah besar bila dari kasus kekalahan Jusuf Kalla (JK) yang didukung para kiai pada pilpres lalu, akhirnya mencuat anggapan bahwa kecintaan santri kepada kiai telah luntur. Santri tetap mencintai mereka apa adanya. Sebuah wujud cinta sejati, bukan cinta buta yang memenuhi apa saja permintaan insan yang dicintainya, meski sesungguhnya hal itu akan berbahaya bagi yang dicintai.

Sederhananya, ketika orang tua kita tercinta harus mengurangi konsumsi gula sesuai saran dokter, akankah kita memberinya teh bergula bila dimintanya? Tentu tidak. Pola pikir itulah yang harus kita pakai untuk memahami perilaku politik santri dalam menyikapi anjuran politik kiai.

Di mata santri, politik praktis telanjur dipersepsikan sebagai sesuatu yang sangat kental dengan "pengumbaran" hawa nafsu dan sangat lekat dengan sifat riya. Suatu gambaran kejiwaan yang harus dihindari sejauh-jauhnya oleh seorang kiai yang senantiasa berbusana tawadu dan ikhlas lillahi ta'ala.

Pemahaman politik seperti itu adalah produk dari pengalaman hidup sehari-hari para santri yang bergaul dengan realitas politik nasional kita yang masih mengedepankan politik uang, penyebaran fitnah dan saling memecat, atau memutus silaturahmi. Ironisnya, hal itu terjadi juga dan bahkan sangat menyata di partai yang terlahir dari komunitas santri.

Para kiai yang "berkepentingan" memang sering menyampaikan bahwa politik adalah salah satu sarana dakwah yang harus dipilih untuk memperluas syiar Islam. Kalau ucapan tersebut disampaikan pada tahun 50-an, para santri siap pasang badan untuk membela partai sang kiai. Sebab, pada masa itu kaum santri memiliki musuh bersama, PKI. Tapi, sekarang ketika di setiap partai memiliki sayap-sayap organisasi keislaman atau setidak-tidaknya memiliki tokoh-tokoh Islam yang mumpuni, tidak ada alasan bagi para santri untuk khawatir bahwa Islam akan dipinggirkan di negeri ini.

Dari situlah kemudian bersemi sikap penduniawian politik. Pilihan partai tidak lagi dipercaya memiliki sangkut paut dengan akhirat atau surga dan neraka. Maka, jika pada tahun 80-an di Sampang, Madura, ada seorang kiai yang berkampanye bahwa untuk masuk surga harus pilih PPP (Partai Persatuan Pembangunan) dan diikuti beramai-ramai massanya, sekarang pidato seperti itu hanya akan menjadi bahan gunjingan.

Dalam perspektif santri, terlalu besar pengorbanan kiai yang harus dipertaruhkan jika terjun ke ''lembah hitam'' politik praktis. Kalau saja mereka sedikit peka, sebenarnya sejak keterlibatan mereka pada pilgub Jawa Timur secara vulgar, yang ternyata tidak memberikan kemenangan signifikan pada gubernur yang mereka dukung, mestinya dapat dijadikan pelajaran berharga bahwa para santri belum ''rela'' kiai mereka ikut-ikutan permainan orang kebanyakan.

Jadi, tidak mendukung bukan berarti tidak taat, tapi justru wujud sikap hormat dengan menghindarkan mereka dari gaya hidup -yang menurut santri- kurang pantas bagi kiai.

Kalau boleh saya mengungkapkan suara hati santri, harapan yang terucap adalah: "Kiai, mohon tetaplah menjadi penjaga moral dan amaliah ibadah kami. Jadilah air yang bening dan bersih sehingga dapat segera kami reguk tanpa waswas manakala dahaga menjelang. Sungguh kami telah lama kehilangan dan merindukan air yang menyehatkan itu". Wallahu'alam bishshawab. (*)

*) M. Za'imuddin W. As'ad, pembantu rektor I Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum, Jombang

 
Cetak Berita Ini Berikan Tanggapan Kirim ke teman
  Baca Juga:
  Ekonomi Jalan Tengah SBY
  Parpol Islam Pascapilpres 2009
  Pertarungan Cecak Lawan Buaya
  Saatnya Janji Jadi Realisasi
  Menunggu Golkar Jadi Oposisi
Ada 8 Komentar Pembaca Tentang Berita ini
EduAIsqN | 24/04/12. 21:13:29
75kZmK , [url=http://evjcmajalxii.com/]evjcmajalxii[/url], [link=http://purpjehdsedx.com/]purpjehdsedx[/link], http://vraosokfdzuj.com/

dGolsLZujkkJPsNPJDc | 24/04/12. 15:13:18
pjCjXE psqusucnyoyu

KTsMZlnbgl | 24/04/12. 08:48:57
mzn2Ab , [url=http://ompssdfcpubp.com/]ompssdfcpubp[/url], [link=http://erhjtbkathmz.com/]erhjtbkathmz[/link], http://eygvsonlczxn.com/

EKMyzYFWMpzKHu | 23/04/12. 13:45:49
jwb0yU pqcmfquimjki

HhSMkyblajDCIUEH | 22/04/12. 20:12:37
Alec 說é“:It seems like a great smartphone and brand in China. Mi works on their fmiwrare very hard, too. Maybe display language is not a problem, how about the Chinese Traditional typing & Zhuyin Keyboard support?Can we install other Zhuyin IME from Android market directly?a0阿湯說:a0Zhuyin keyboard is ok,you can install that from market.

zxcnxjm | 16/12/11. 02:33:20
hkDtQg sorvmknhfevj, [url=http://jtamtrjrxvkz.com/]jtamtrjrxvkz[/url], [link=http://kjnqhlmevwdt.com/]kjnqhlmevwdt[/link], http://ehqgmjtbirdu.com/

zulfakar khan | 23/08/10. 10:40:30
jgn lupa,Rasulullah jg seorang presiden,jgn terlena dengan doktrin-doktrin sesat para kapitalis yg berusaha menjauhkan agama dr politik,padahal politik adalah bahagian dr agama,sejati nya politik tidak lah hitam tp pelaku nyalah yg menghitamkan nya.. Wassalam..

Andika Indra N | 01/09/09. 13:58:08
menurut hemat saya untuk menjadi seorang kiai, ustdz, tuan, dlltidak lah harus dari garis keturunan kiai dll. setiap orang yang memang pantas mendapatkan gelar kehormatan dalam masyarakat itu dapat dikatakan sebagai kiai atau yang lainnya. jadi tidak harus dari keturunan kiai karena ada juga akan kiai yang tidak jadi kiai, malah anak seorang perampok juga bisa jadi kiai jika memang ia layak untuk itu...syukron. wa Allahu A'lam bishowab.

 


  Rakyat Diminta Awasi Pelayanan Publik
Pelayanan bermutu dan responsif merupakan target pemerintah pusat dalam orde kali...
 
>> index
JENAYAH
  Stop Proyek 'Aneh' DPR
Koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Uchok...
 
>> index
INTERNASIONAL
  Dua Ledakan di Masjid, 45 Tewas
Dua ledakan dahsyat mengguncang suatu masjid di ibukota Somalia, Mogadishu, Sabtu...
 
>> index
HOTLINE  

061-7883059

OBIS
  Tidur Tanpa Bra
Penyakit kanker payudara menjadi salah satu pembunuh nomor satu bagi wanita...
 
 Sebelumnya
 
  Hampir Cerai
  Bantah Cewek Fathonah
  Kesepian, Gunakan Alat Seks
 
OLAHRAGA ACEH
  Percasi Atam Gelar Kejuaraan Catur se-Aceh
ACEH TAMIANG - Pengurus Cabang Persatuan Catur Seluruh Indonesia...
 
>> index
Pemanfaatan naskah sebahagian/seluruhnya dari website ini, mohon mencantumkan kode url http://rakyataceh.com

Alamat Redaksi/Pemasaran/Iklan :
BANDA ACEH: DR. Mr. H. Muhammad Hasan, SP Batoh Banda Aceh, Tlp (0651) 35478

LHOKSEUMAWE: Jl. Baiturrahim No. 15 Tlp. (0645) 42538 Lancang Garam Lhokseumawe.


IP Anda: 107.22.156.205
| Lokasi: Tak dikenal- | Online: 22 User
Copyright © 2005 by