"Orang mukmin itu pemimpin atas dirinya. Sesungguhnya ringanlah hisab atas suatu kaum yang menghisab dirinya di dunia.Dan sesungguhnya sukarlah hisab pada hari kiamat atas suatu kaum yang mengambil persoalan ini tanpa hisab" (Hasan Al Bashri) Insya Allah jikalau hidup kita penuh manfaat dengan tulus ikhlas, maka kebahagiaan dalam bergaul dengan siapapun akan terasa nikmat, karena tidak mengharapkan sesuatu dari orang lain melainkan kenikmatan kita adalah melakukan sesuatu untuk orang lain (AA Gym)
ARSIP REDAKSI PROFIL BUKU TAMU KONTAK HOME ePAPER
Rakyat Aceh Online : Opini - Saatnya Janji Jadi Realisasi
Rabu, 15 Juli 2009 | 09:07 Saatnya Janji Jadi Realisasi Oleh: Sri Adiningsih PEMILU Presiden (Pilpres) 8 Juli 2009 sudah kita lewati dengan aman dan damai. Mestinya, kondisi tersebut membuat kita merasa senang. Sekarang kita tinggal berharap agar siapa pun nanti yang memerintah di negeri ini akan bekerja keras untuk memenuhi janji-janjinya yang pernah disampaikan pada masa kampanye dulu.
Janji adalah utang. Apalagi, utang kepada rakyatnya adalah pamali untuk tidak dipenuhi. Oleh karena itu, pemerintah yang akan datang diharapkan benar-benar bekerja untuk memenuhi janjinya kepada rakyatnya. Agar rakyat percaya bahwa memilih pemimpin bangsa ini melalui proses demokrasi adalah yang terbaik.
Sebab, rakyat ikut terlibat secara tidak langsung dalam pengambilan keputusan penting bagi masa depan bangsa dan negara ini. Dengan demikian, rakyat akan berbahagia karena telah melaksanakan kewajibannya. Sekarang tinggal kewajiban bagi yang menang dalam pemilu untuk melaksanakan janji-janjinya kepada rakyat yang telah memilihnya.
Janji-janji pemimpin bangsa itu tidak hanya yang terpilih pada eksekutif, namun juga di legislatif. Baik di pusat ataupun daerah, semuanya sama penting. Sebab, semuanya sudah pernah berjanji memperbaiki kehidupan rakyat dalam kampanyenya. Jadi, semuanya punya kewajiban untuk memenuhinya setelah terpilih. Sedangkan rakyat Indonesia sekarang menjadi saksi terhadap pemenuhan janji-janji tersebut.
Janji Kecap Nomor 1?
Jika kita cermati, semua pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang maju bertarung, ataupun calon wakil rakyat yang sudah menang dalam pemilu legislatif (pileg) lalu, pada umumnya berjanji bekerja keras untuk membawa bangsa Indonesia pada kehidupan yang lebih baik, sejahtera, maju, adil, aman, damai, dan lain-lainnya. Ada banyak sekali janji. Namun, pada prinsipnya, mereka berjanji memperbaiki kehidupan bangsa Indonesia pada masa mendatang.
Demikian juga capres dan cawapres. Semuanya menjanjikan hal yang sama, pengurangan kemiskinan dan pengangguran serta peningkatan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, semuanya berjanji memberikan pendidikan gratis -paling tidak untuk pendidikan dasar- serta jaminan sosial lainnya, seperti kesehatan gratis bagi orang miskin. Bahkan, semua calon juga berjanji memberdayakan usaha mikro kecil dan menengah serta mengembangkan sumber daya alam (SDA) sehingga tidak tergantung pada luar negeri. Diversifikasi energi dan swasembada komoditas pangan strategis juga muncul di semua platform.
Semuanya juga menjanjikan pengurangan beban utang dan akan membangun infrastruktur dasar. Kelihatannya bagus sekali kalau semuanya memenuhi janjinya. Meskipun, tentu saja ada beberapa penekanan dari tiap-tiap calon yang maju. Namun, secara umum, banyak unsurnya yang sama. Pada prinsipnya, semuanya ingin memperbaiki ekonomi rakyat Indonesia pada masa mendatang.
Pertanyaannya, apakah kita dapat bernapas lega karena kehidupan kita mendatang memang akan membaik setelah pemilu? Biasanya, janji-janji yang diucapkan dalam kampanye pemilu indah, meskipun belum tentu direalisasikan setelah si pemberi janji terpilih. Demikian juga kita, bisa mengalami hal yang sama saat ini. Apalagi, berbagai janji tersebut belum dapat memberikan keyakinan kepada kita bahwa pemenuhan janji itu akan bisa mengatasi masalah dan tantangan ekonomi yang kita hadapi.
Lihat saja, masalah dan tantangan ekonomi yang kita hadapi masih banyak. Meskipun diyakini IMF akan dapat diatasi pada 2010, krisis ekonomi global tidak berarti akan segera pulih kembali ke masa sebelum krisis. Ekonomi global dalam beberapa tahun ke depan masih akan menghadapi masa-masa pemulihan yang berat, paling tidak hingga dua sampai tiga tahun ke depan. Itu berarti kita perlu lebih berkonsentrasi menggarap ekonomi domestik dalam menggerakkan ekonomi kita.
Untuk itu, memanfaatkan berbagai kekuatan ekonomi yang kita miliki, di antaranya kekayaan SDA, pasar dan tenaga kerja yang besar, pasar keuangan yang masih kuat dan sehat, serta kapasitas produksi terpakai yang masih belum terpakai, perlu dilakukan. Hal-hal tersebut dapat memberi kita amunisi untuk menggerakkan ekonomi kita lebih kencang tanpa harus khawatir dengan masalah inflasi. Itu semuanya perlu kita manfaatkan secara maksimal supaya ekonomi bergerak lebih cepat dan dapat memberikan lebih banyak kesempatan kerja sehingga kemiskinan akan berkurang.
Untuk itu, penggunaan APBN dengan prioritas yang tepat dan kebijakan ekonomi, baik pada tingkat makro ataupun mikro, yang dapat mendorong agar ekonomi mampu bergerak lebih cepat dan bisa menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak adalah krusial. Semuanya bisa berjalan jika masalah dasar yang terkait dengan investasi, industri, dan dunia usaha lainnya dapat segera diatasi. Terutama pembangunan infrastruktur ekonomi di semua pusat kegiatan ekonomi penting di seluruh kawasan ekonomi. Selain itu, semua kebijakan yang mendukung pergerakan ekonomi dan kesempatan kerja mesti menjadi fokus utama.
Apalagi, semua capres dan cawapres juga menjanjikan hal tersebut. Karena itu, bisa diharapkan, baik bagi yang menang ataupun yang kalah, semuanya sudah berjanji yang dasarnya hampir sama, menggerakkan ekonomi domestik, menciptakan kesempatan kerja, dan mengurangi kemiskinan. Itu bukan hanya menjadi tugas yang menang. Yang kalah punya kewajiban yang sama.
Sebab, semuanya memiliki wakil di legislatif sehingga punya kewajiban untuk melaksanakan janji kampanyenya pada waktu pileg melalui forum legislatif. Dengan demikian, mestinya kita tidak perlu khawatir terhadap kehidupan kita pada masa mendatang sehingga bisa berharap yang terbaik bagi bangsa dan negara ini. Semoga. (*)
JENAYAH
BERITA FOTO
SELEBRITA
OLAHRAGA ACEH
IKLAN
Pemanfaatan naskah sebahagian/seluruhnya dari website ini, mohon mencantumkan kode url http://rakyataceh.com